Ide Itu Murah

Salah satu poin yang saya sampaikan pada presentasi saya kemarin adalah ide itu murah. Ternyata tidak mudah untuk meyakinkan orang-orang bahwa ide itu murah.

Bagi saya yang mahal adalah mewujudkan ide itu menjadi kenyataan, dalam bentuk produk atau layanan. Ini yang mahal. Ketika kita mencoba mewujudkan ide tersebut maka mulailah muncul hambatan, masalah, tantangan, dan yang sejenisnya. Kalau kata orang sono, “the devils are in details”. Begitulah.

Sebagai contoh, saya punya ide untuk membuat buku yang membahas bahwa “ide itu murah”. Nah gampang kan menghasilkan ide. Yang susah – dan mahal – adalah betulan membuat buku tersebut. Kalau saya yang membuat buku itu mungkin butuh waktu tahunan. Berapa biaya yang saya butuhkan untuk membuat buku tersebut? Nah itu yang mahal.

Berapa banyak orang yang punya ide membuat buku tetapi tidak menjadi kenyataan? Saya yakin banyak! Mungkin Anda juga termasuk yang ingin buat buku tetapi belum terlaksana?🙂

Mencari ide itu juga murah biayanya. Ya hanya mikir, mengkhayal mungkin. Modalnya apa? Mungkin secangkir kopi. Mencari ide tidak harus dibekali dengan komputer atau bahkan gedung. Tidak harus bukan berarti tidak boleh lho. Ada orang yang harus menyepi ke pegunungan untuk mendapatkan ide. Boleh saja, tetapi pada prinsipnya tidak harus.

Sebagai contoh, ketika Jum’atan kemarin saya jadi mikir beberapa ide. Bagaimana kalau dibuatkan aplikasi di handphone sebagai pengganti tasbih. Jempol kita melakukan gerakan slide di layar handphone seperti kita melakukannya dengan tasbih sungguhan. hi hi hi. Subhanallah … 33x. Setelah 33x si aplikasi memberitahukan kita untuk ganti. Alhamdulillah … dan seterusnya. Kalau sudah 165 dalam satu hari maka dia posting ke facebook kita. he he he. riya.com.

Ide lain adalah kencleng sumbangan bisa menerima donasi secara elektronik. Tinggal kita “tap” kencleng dengan handphone kita, maka uang / pulsa / emoney akan ditransfer (via NFC) dari handphone kita ke rekening kencleng itu. Pengelola masjid dapat tahu isi kencleng secara real time. Tuh ide lagi. hi hi hi. Banyak kan idenya?

Mungkin saya harus membuat blog “gudang ide” dan melemparkan ide-ide saya di sana? hi hi hi. Mari kita selalu kreatif menghasilkan ide-ide setiap hari.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

16 responses to “Ide Itu Murah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: