… saya ingin bercerita

Baru saja saya nonton serial Castle di TV. Seru pokoknya. Ini cerita yang mana Castle akhir ketemu bapaknya tanpa direncanakan. Yang paling saya sukai justru pada bagian akhirnya, di mana si Castle berkata kepada ibunya, “You know mom, I have something to tell you.” dan kemudian berhenti. Hi hi hi. Pemirsa diharapkan melanjutkan sendiri.

Kalau di sinetron Indonesia, akhirnya tidak begitu tetapi sang jagoan (dalam hal ini si Castle-nya) berkata kepada ibunya: “Ibu, tahukah ibu bahwa saya ketemu bapak“. he he he. Semuanya harus dikatakan secara eksplisit. Patronizing. Tidak percaya kepada kita bahwa kita dapat memikirkan alur cerita yang lebih menarik di kepala masing-masing.

Padahal yang justru menarik adalah jika ceritanya dibuat menggantung. Ini memberikan kesempatan kepada pemirsa untuk mengkhayal. Bagaimana ya si Castle akan cerita ke ibunya? Bagaimana ya respon ibunya? Gembira? Sedih? Itu adalah hak yang pantas dinikmati oleh pemirsa. Hak untuk mengkhayal.

Jadi, begini ya para pembaca sekalian, saya ingin bercerita …

Iklan

12 pemikiran pada “… saya ingin bercerita

  1. sama seperti film inception jg yg mana akhirnya penonton bertanya2 apakah Dominic di dunia nyata atau dunia mimpi. ya kepintaran seseorang bisa di ukur dari film2 yg di tonton nya. πŸ˜›

  2. Mengenai sinetron… segmen penonton sinetron itu ibu-ibu rumah tangga. Sebagian dari ibu-ibu ini sudah lanjut usia. Bisa dipahami jika sinetron-sinetron tsb “Patronizing”. Tidak perlu menguras logika, yang penting emosi diaduk-aduk.

    Sedangkan usia muda dengan otak brilian tentu saja tidak suka nonton sinetron. Ada banyak tayangan bermutu yang tersedia untuk mereka. Atau mereka lebih banyak mengembangkan kegiatan fisik.

    Saya melihat industri sinetron sudah menggarap segmennya dengan baik.

  3. kadang akhir yang menggantung engga selama nya membuat bingung. Malah bisa membuat penonton jadi menerka- nerka apa yang akan terjadi…ya…dilatih berkhayal lah…

    sinteron indonesia?
    semua nya disuapin cerita nya. Kesan nya jadi kering. semua nyaaaa di kasih tau…heuheuheu…

    salam hangat…

  4. Orang film Indonesia sudah tidak punya seni lagi, hal yang “vulgar” selalu dipertontonkan, entah itu kekerasan, kepornoan ataupun hal yang tidak pantas. jangan heran moral bangsa kita kedepan akan semakin rusak akibat banyak menonton film/sinetron indonesia… 😦 bagaimana tanggung jawab mereka atau instansi/pejabat yang terkait?? tutup mata??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s