Bolehkah Pakai Handphone di Pesawat?

Tadi pagi saya diwawancara via telepon oleh sebuah radio swasta di Jakarta. Pertanyaannya adalah seputar pemakaian handphone di pesawat. Bolehkah? Kalau tidak boleh kenapa?

Jawaban singkat saya, matikan handphone di pesawat.

Jawaban panjangnya begini. Memang benar bahwa sistem handphone memiliki frekuensi kerja yang berbeda dengan sistem komunikasi (dan navigasi) pesawat. Teorinya mereka tidak saling berinterferensi. Itu teorinya lho. Bagaimana dengan implementasinya?

Perangkat atau sistem komunikasi diimplementasikan dengan menggunakan rakaian elektronik serta lengkap dengan kabel-kabelnya. Sering implementasi menghasilkan interferensi jika diimplementasikan tidak sempurna. Untuk rangkaian yang sederhana dan yang beroperasi dengan frekuensi rendah tidak terlalu masalah, tetapi untuk rangkaian dengan frekuensi tinggi (seperti yang digunakan di handphone dan sistem komunikasi lainnya) kebocoran frekuensi dapat terjadi.

Masih ingat jaman dahulu ketika masih hobby radio amatir ada istilah spleteran … he he he. Desain amplifier gak beres dan sinyal bocor kemana-mana (bukan di frekuensi yang dikehendaki saja). Pada marah-marah. he he he.

Mungkin kita pernah pergi ke acara kawinan atau acara musik yang menggunakan speaker besar. Eh, terdengar radio masuk ke dalam sound system yang digunakan. Padahal sound system ini tidak dirancang untuk jadi radio kan? he he he. Toh nyatanya terjadi juga interferensi seperti itu. Yang salah bisa jadi sound system-nya (atau bahkan cara menggelar kabel-kabelnya).

Beberapa tahun yang lalu saya coba eksperimen (dan mungkin sekarang masih bisa?). Dekatkan handphone Anda dengan monitor komputer (yang masih menggunakan CRT) atau layar TV (yang menggunakan CRT) yang sedang hidup. Lantas coba Anda panggil (telepon) handphone Anda. Maka layar komputer akan berdansa! Terganggu! Nah. Bayangkan jika layar itu digunakan di pesawat. he he he.

Atau, pernahkah Anda mendengarkan pidato / ceramah yang tiba-tiba ada suara keras “kretek kretek kretek” karena handphone sang pembicara ditelepon dan sinyalnya masuk ke microphone? Ini untuk menunjukkan bahwa interferensi itu terjadi.

Alat-alat elektronik yang beredar seharusnya mendapatkan sertifikasi pengujian lolos interferensi itu. Kenyataannya kan tidak. Anda membeli handphone atau tablet dari luar negeri terus dibawa ke Indonesia. Nah. Gimana tuh.

Airplane mode? Ah ini saya bahas di lain kesempatan saja.

Singkatnya, matikan handphone di pesawat.

Iklan

31 pemikiran pada “Bolehkah Pakai Handphone di Pesawat?

  1. saya setuju Pak …
    mari matikan hape sejak keluar ruang tunggu! jangankan di pesawat, di angkot aja kalo ada penumpang yang asik berhape ria rasanya pengen nabok aja! serius Pak, apalagi kalo sopirnya asik nelepon sambil nyetir, saya mah suka langsung minta berhenti dan turun sajah!

  2. santai saja… matikan handphone, pejamkan mata dan berdoa……. biar selamat sampai tujuan. truss siapkan mental untuk menghadapi orang yang protes dengan anda..tp tetap santai, tinggal jawab: alhamdulillah saya sudah sampai dengan selamat, anda pengin ketemu/berhubungan dengan saya dalam keadaaan hidup khan??? 🙂

  3. bisa jadi berbahaya karena, ketika berada di ketinggian 20rb kaki, sinyal hape sudah pasti akan hilang…
    nah di bagian ini, si hape akan terus mencari sinyal tersebut…
    nah proses pencarian ini mungkin mengganggu frekuesi pesawat…
    bukti kalo hp terus mencari sinyal ialah, batere akan sangat cepat habis…
    hehehe

  4. wahahah… ngebrik juga pak dulu? jaman saya smp suka ngebrik, dan karena pemancarnya (exiter dan booster/amplifier) bikin sendiri, seringkali tipi tetangga kena spliteran, jadilah suara kami masuk ke tv, atau gambarnya goyang-goyang hahahah…

  5. iya … hi hi hi … spleteran kemana-mana tapi gak mau ngaku. wk wk wk. padahal sudah jelas di tv tetangga jelas yg ngomong kita. he he he. kebayang kalau kita yang buat handphone ya? wk wk wk., pasti semua orang setuju dilarang dinyalakan di pesawat.

  6. dikasih contoh gini jadi jelas.. gimana kalu pesawat aja terganggu.. tapi kog ya tetep orangorang yang katanya penggede tulalittuituit di pesawat?

  7. harus di trainning dulu para pemilik hape supaya mengerti boleh dan ngga boleh pake hape….biar ngga keblingerrrr

  8. Setahu saja memang tidak di perbolehkan, tak hanya di pesawat saja, di tempat lain juga ada, misal di masjid 😀

    wah salam kenal pak, maap kalau komennya jelek

  9. Kutipan dari salah satu thread. (link yang sama dengan posting sebelumnya)

    No guessing allowed in the business of ensuring aircraft safety.
    More correctly, it should make an engineer, wonder why we guessing about Radio Frequency Interference (RFI). Don’t look now but it is the Federal Government (remember them?) who issued the directive, FAR91-21, to make operators responsible for controlling the use of portable electronic devices. According to ATW Daily News, April 4, 2007, FAA regulations require an aircraft operator to determine that RFI from PEDs is not a flight safety risk before the operator authorizes them for use during certain phases of flight . How would the aircraft operator conclude such a state of immunity other than use the non-engineering “makes sense to me” method? The Boeing Company, as recently as 2011 in Aero Magazine, expressed concern over documented cases of passenger-owned PED RFI into on-board avionic systems. The Feds’ rules are only a CYA risk reduction in the commercial air transportation business . No one really knows what the risks are. No comprehensive testing or even modeling, using intelligent source/victim parameters, has been conducted to documents the susceptibility or immunity of commercial avionics to antenna-to-antenna interfering RF signals.
    In the delivery of military weapon systems though, millions are spent each year by the DOD to do just that. That is, verify a complex matrix of EMC, especially RF Compatibility, to ensure interoperability in the environment of self-generated RF. Not every EMI phenomena can be explained as static or wire-to-wire coupling. The spectrum of susceptibility to EMI and RFI is too complex to be characterized as “turns of wire; amplifying radio waves; etc.”
    LV Randolph
    Project Engineer (retired)
    EW & RF Compatibility
    McDonnell-Douglas Aircraft

  10. Setuju pa dan trimakasih atas tulisan ini. Sekarang ini media harus berada paling depan untuk menyebarluaskan konsep2 seprti pembahasan ini. Radio, televisi dan media cetak harus menyisihkan sedikit ruangan untuk info keselamatan penerbangan.

  11. Dewasa ini ada beberapa maskapai luar yang membolehkan penggunaan ponsel dan bahkan memberikan akses wifi hotspot di pesawat. Konon salah satu maskapai di Indonesia juga akan menggelar wifi di pesawat bekerja sama dengan Telkomsel. Kita tunggu perkembangannya.

  12. He he he … benar itu, Pak.

    Saya jadi ingat betapa kesakralan ijab qabul saya terganggu dengan alunan musik yang nyrocos masuk ke sound system musholla 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s