Makalah Minim Referensi

Saya heran melihat makalah mahasiswa yang minim referensi. Dari 170 mahasiswa, hanya ada di bawah 20 orang yang tahu menggunakan referensi dengan baik dan benar. Ini hanya sekitar 10%. Hadoh. Parah ya? Padahal ini bukan mahasiswa tingkat pertama dan ada banyak mahasiswa yang sudah mau lulus. Kebayang bagi saya isi tugas akhir (TA) / thesis / skripsi-nya seperti apa ya?

Ada makalah yang referensinya hanya satu buah! Kok hanya satu??? Dalam tugas yang saya berikan ke mahasiswa, saya menyaratkan minimal tiga (3) referensi. Akhirnya ada banyak makalah yang referensinya hanya tiga! Ampun deh. Apakah mereka tidak tahu bahwa kredibilitas dari makalah ditentungan – salah satunya – adalah dari jumlah referensi yang digunakan. Tentu saja jumlah referensi bukan satu-satunya ukuran dan belum tentu menjamin, tetapi ini adalah cara yang paling mudah untuk meningkatkan kredibilitas makalah.

Hmm…

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

9 responses to “Makalah Minim Referensi

  • ivie

    hmmm iya Pak. saya juga pernah ditanya mahasiswa. mbak kl nulis harus pake literatur? knapa hrs ada literatur? literatur itu apa? *udah mau pingsan dengernya*

    kl referensi cuma satu mah bukan referensi krn ga ada bahan pembanding. kl tiga juga dikit tuh Pak. saya sih dulu tiap nulis bangga bisa pasang banyak referensi. bangga buat show off kalau saya baca banyak paper sekaligus bangga show off saya beneran nyari paper2 jadul ampe thn2 awal perkembangan astronomi.

  • Ivan Pradibta

    Jadi inget saya juga seperti itu Pak (hampir). Tapi disuruh sama dosen pembimbing untuk membaca literatur lebih banyak lagi. Jadi referensi sedikit tambah banyak. Hehehe….

    Mungkin kesulitannya adalah dengan semakin banyak referensi, berarti semakin banyak literatur yang harus di baca dan di kutip dan pada akhirnya semakin lama tugasnya selesai.

    Jadi berpikir nampaknya budaya baca di negeri kita (termasuk saya) agak kurang ya?

  • obat kolesterol ampuh

    sangat menarik untuk di simak🙂

  • pa

    Wah kalau masalah begini sih pak, aku juga malah belum pernah nemu yang seperti ini.

  • sosro

    pak, mesti didisiplinkan mahasiswa2nya, karena kualitas peradaban Indonesia itu bergantung dari manusianya yang terpelajar.

  • Rahmat

    Yang aku tau sih, mahasiswa sekarang (termasuk saya dulu) lebih mengejar selesai daripada memperoleh hasil yang terbaik. Karena mereka lebih khawatir dengan waktu yang tersisa. Kalau jaman dulu kan lulus lebih dari 5 tahun ga masalah, sekarang klo lebih wah, malu banget. Makanya motivasinya “asal lulus”

  • cara melangsingkan tubuh

    benar gan semua bisa lewan cara pakai jasa…huft

  • abu4faqih

    Iya Pak, soal referensi ini memang sering bermasalah. Bagaimana mencantumkan referensi di makalah? Membacanya saja aku sulit. Bisa-bisa banyak referensi terpasang tapi gak nyambung sama tulisan yang dibuat.

    Jadi pilih mana, Pak. Makalah dengan sedikit referensi atau banyak tapi gak nyambung? He he he. …

  • lilis christanti

    , hehhehhehe ternyata sama yaa rata” mahasiswa saya kira hanya saya hehhehehehehheh banyak juga temen nya,,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: