Di Sudut Ini

Kedai kopi ini masih sepi ketika aku melangkahkan kaki memasukinya. Di belakang counter, pekerja sedang memasukkan makanan ke etalase kaca. Kulihat jam menunjukkan pukul 6 pagi. Sebetulnya ini tidak pagi amat. Matahari sudah hadir. Bagi sebagian orang mungkin ini memang masih pagi.

Aku memesan kopi dan makanan untuk sarapan kemudian menuju pojokan yang masih kosong. Desain dari tempat ini bagus juga karena setiap meja dilengkapi dengan colokan listrik. Nampaknya ini memang sudah merupakan kebutuhan orang metropolitan. Ada notebook yang harus dicharge, handphone yang batrenya mulai melemah. Colokan listrik merupakan penyelamat.

In this corner, I saw traffic building up. The city is alive. Not that it was dead or anything. Sunshine is shining. I bet it’s  hot and humid outside. It’s Jakarta after all. I am enjoying the cool and dry air inside. Canned air. Come to think of it, it might be healthier if I sit outside. Naaah. The pollution will choke me. Canned air, it is.

Looking through the window, I wanted to go outside and take some pictures, but I am kinda sleepy. Let me just sit here for a while. In this corner … z z Z Z Z …

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

9 responses to “Di Sudut Ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: