Perlukah Sertifikasi?

Kemarin kami berdiskusi mengenai sertifikasi, dalam hal ini adalah sertifikasi ISO 27001. Pertanyaannya adalah apakah “perusahaan / instansi XYZ” perlu mengambil sertifikasi? Hmm … Sebelum menjawab pertanyaan ini, saya mencoba mencari alasan atau manfaat dari sertifikasi.

Sertifikasi dibutuhkan untuk meyakinkan (pihak lain) bahwa kita sudah mematuhi sebuah standar tertentu. Pihak lain ini boleh jadi adalah mitra bisnis, publik, pemilik saham, atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap instansi tersebut. Jika tidak ada kebutuhan seperti ini, nampaknya mengambil sertifikasi mungkin belum perlu. Jadi unsur “pemaksaan” merupakan kuncinya.

Sertifikasi juga bermanfaat untuk menaikkan “brand image”. Setelah sertifikasi, nilai saham naik atau perusahaan mendapatkan lebih banyak pelanggan. Unsur keuntungan finansial merupakan kuncinya.

Namun ada juga yang memang harus melakukan sertifikasi karena merepa merupakan jendela (etalase) dari komunitasnya. Sebagai contoh ada beberapa instansi di Indonesia yang harus melakukan sertifikasi karena mereka merupakan representasi dari Indonesia. Sertfikasi untuk mereka adalah keharusnya.

Selain dari itu, nampaknya mengambil sertifikasi bukan sesuatu yang sangat penting. Melakukan hal-hal yang diuraikan dalam standar (yang digunakan untuk sertifikasi) merupakan hal yang baik dan sebaiknya (memang harus?) dilakukan. Jadi lakukan kebiasaan / proses-proses yang bagus sesuai dengan standar. Nanti kalau mau mengambil sertifikasi, ya tinggal ujian saja.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

5 responses to “Perlukah Sertifikasi?

  • jacobian

    sertifikasi itu penting sama pentingnya seperti proses audit utk menjamin kelancaran suatu proses.

  • sitirobiah2013

    sartifikasi bentuknya wajib ya

  • Heri Purnomo

    apakah sertifikasi itu sebuah jaminan ya?

  • Syafrudin

    Salah satu yang sangat memperhatikan soal sertifikasi adalah industri penerbangan. Bisa dikatakan konsumen baru akan membeli pesawat terbang kita kalau pesawat terbang kita sudah disertifikasi, misalnya oleh FAA atau EASA.
    Sertifikasi oleh FAA / EASA mengharuskan komponen yang digunakan oleh pesawat terbang kita juga diproduksi sesuai dengan standar FAA / EASA.
    Karena itu sejauh yang saya tahu, PT-DI belum menggunakan komponen hardware (elektronik) ataupun software buatan dalam negeri meskipun saya yakin secara teknis kita bisa membuatnya.
    Sebab utamanya karena industri software dalam negeri kita belum mengadopsi standar RTCA DO-178C (untuk software) ataupun RTCA DO-254 (untuk hardware), sehingga software / hardware yang dihasilkan belum bisa disertifikasi untuk digunakan di pesawat terbang yang akan disertifikasi oleh FAA / EASA.

    Mohon koreksi kalau ternyata di Indonesia sudah ada yang memproduksi hardware / software sesuai dengan standar RTCA ini.

    Reference:
    – en.wikipedia.org/wiki/DO-178C
    – en.wikipedia.org/wiki/DO-254

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: