Atas Nama Popularitas

[under the hood: tulisan ini mulai saya buat tadi pagi, tetapi tiba-tiba listrik padam. hilanglah tulisan saya. listrik baru menyala menjelang pukul 3 siang, pas saya mau berangkat futsal. jadi sekarang saya terpaksa menulis ulang. sudah hilang ide-ide tadi.  sudut pandang menjadi berubah. he he he.]

Sedih juga melihat banyak orang menggunakan berbagai cara untuik menaikkan popularitas – yang mana ini dapat berbentuk rating. Menaikkan popularitas memang tidak salah, tetapi caranya itu yang sering salah. Kebanyakan ingin mendapatkan popularitas *secepatnya*. Mereka tidak sadar juga bahwa pudarnya popularitas juga terjadi dengan sangat cepat. “15 minutes of fame“, demikian istilah yang sering digunakan.

Mungkin masih ingat orang yang tiba-tiba populer karena gaya mereka meniru lagu di YouTube?🙂 hi hi hi. Sekarang kemanakah mereka? Demikian pula di acara TV Indonesia. Isinya tidak berbobot, yang penting meriah. Kalau perlu, berantem di TV. Baru memikirkan itu sudah mules nih perut. Inikah yang ingin kita ajarkan?

Hal yang serupa terjadi juga di blog. Banyak yang ingin punya blog populer. Maunya populer sekarang juga. he he he. Not gonna happen, my friend.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Atas Nama Popularitas

  • jacobian

    ya sama seperti istilah di dunia artis. “there is no such a thing as bad publicity”.

  • lutfianasari

    menarik, Pak..
    adek kelas saya (bidang kami data mining) sedang mikir tugas akhir yang intinya mencari tau kenapa sesuatu bisa populer. kebetulan akhir-akhir ini sedang mencari tahu tentang kepopuleran blog.
    Menurut Pak Budi, apa yang membuat blog bisa populer?
    * ditulis terus menerus?
    * yang menulis sudah terkenal?
    * isinya membuat orang gatel ingin komen?

    maaf, bukan bermaksud bagaimana, hanya penasaran bagaimana pendapat blogger seperti Pak Budi🙂

  • Budi Rahardjo

    Teori saya:

    #1 “kuantitas” (dalam artian sering diupdate) lebih berpengaruh daripada “kualitas”. Seperti blog ini, saya update sesering mungkin.

    #2 Jangan menggurui. Dengan kata lain, buat tulisan yang terbuka (open ended) sehingga orang memberikan komentar. Kalau semua sudah kita bahas, maka orang hanya bisa berkata setuju saja.🙂

  • claudeckenni

    Kenapa menurut bapak kuantitas lebih penting daripada kualitas? Sebagai seorang blogger pemula, saya penasaran dengan sudut pandang yg satu ini =)

  • lutfianasari

    terimakasih banyak, Pak Budi🙂

  • yuti

    dari sudut pandang pembaca … saya hampir tiap hari mampir ke blog ini karena (hampir) tiap hari up date, isinya sesuai dengan minat saya dan ada unsur kedekatan karena satu almamater

  • Heri Purnomo

    Sesuatu yang instan, gak bertahan lama. Bahkan kalo mau naik haji saja yg jelas-jelas itu ibadah, orang nyari-nyari yg bisa berangkat dulua meski harus menggeser orang lain yg lebih berhak.

  • Media hamil

    Semuanya harus dibangun dari bawah. tidak ada yang instant
    ibarat kata dari merangkak,
    berdiri
    berjalan
    berlari …..

  • Aldi Rahman Untoro

    Betul sekali kebanyakan orang ingin sesuatu yang instan tanpa memikirkan resikonya, kalo di game cheat, kalo makanan indomie, kalo di sekolah nyontek, sebetulnya indonesia bisa diubah, jika saja ada orang yang mempunyai influence tinggi seperti pak jokowi ( hehehe… kenapa jadi pak jokowi )

  • lutfianasari

    ⬆⬆
    >sebetulnya indonesia bisa diubah, jika saja ada orang yang mempunyai
    > influence tinggi seperti pak jokowi

    mungkin agak kurang bijaksana😀
    Perubahan sebuah negara itu besar.. biasanya harus dimulai dari perubahan kecil, yaitu dari diri sendiri

    sekali lagi,
    > … jika saja ada orang seperti Pak Jokowi …

    Pak Jokowi sudah ada, tapi masih banyak yang harus diperbaiki dari negara kita walaupun sudah ada beliau, bukan? (kenyataannya menurut saya demikian)
    Oleh karena itu, perubahan Indonesia tergantung diri kita.. mau ikut merubah atau tidak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: