Kebanyakan Bacaan

Teringat jaman dahulu. Awal tahun 80-an. Menyusuri jalan di pinggiran sungai Cikapundung, di dekat Alun-alun Bandung. Di situ banyak penjual majalah bekas. Saya mencari majalah komputer terbitan luar negeri. Pada waktu itu yang punya komputer belum banyak. Jangankan yang punya, yang tahu ada benda yang bernama “komputer”pun belum banyak. Maka satu-satunya cara untuk mempelajari komputer adalah melalui majalah komputer bekas.

Sebelum internet menjadi besar seperti sekarang, bahan bacaan merupakan sebuah hal yang istimewa. Di Indonesia tidak banyak perpustakaan besar. Yang ada adalah taman bacaan-taman bacaan yang dikelola oleh individual. Waktu kecil dulu, ada sebuah taman bacaan di jalan Cisitu – pas di depan pasar Simpang – yang sering saya kunjungi. Di situ saya berlangganan dan membaca banyak cerita; mulai dari komik Gundala dan Godam, sampai ke Kho Ping Hoo dan Karl May.

Haus bacaan. Itu tema masa itu.

Sekarang, internet memberikan kita banyak sekali bacaan. Ada tulisan di blog dan web site yang dapat dibaca. Laporan-laporan, technical report, dan dokumen resmi lainnya dapat diunduh secara gratis. Kalau punya uang, ada banyak toko yang menjual bacaan dalam bentuk ebook. Bahkan ada banyak situs yang menyediakan ebook bajakan.

Ini semua membuat saya kalap dengan bahan bacaan. Ibaratnya seperti anak kecil yang masuk ke toko mainan – semua ada di toko mainan itu – dan saya boleh mengambil apa saja. Kalap. Semua mau diambil. Tapi kapan memainkan mainan itu? Sama dengan bacaan. Kapan ya saya membaca bacaan itu.

Ketika menulis ini saya baru mendapatkan dua buku konvensional (fisik) dan empat ebook. Semuanya bagus. Bingung mana yang mau dibaca dulu … Aaarrrggghhh …

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Kebanyakan Bacaan

  • Azhar

    Pagi Pak🙂 kalau di Indonesia belum ada toko ebook resmi ya Pak? seperti Kindle.

  • Yoshi

    kalau ebook, biasanya nanti malah gak kebaca. Karena terlalu banyak yg didownload.

  • pa

    di baca 1 per 1 saja pak, nanti juga selesai semua hehe, salam hormat

  • Titik Asa

    Saya masih inget waktu sekolah di SMP, sekitar thn 77-an. Saya langganan sewa komik. Komik yg paling saya suka itu yg tema fantasitis. Jadilah Godam dan Gundala Putera Petir tokoh pujaan saya.
    Sekarang? Betul kebanyakan bahan bacaan. Dan akhirnya saya pilih tdak membaca apa apa saja…hehehe
    Salam,

  • mumox

    Baca Al-Quran dulu pak, supaya tambah semangat🙂

  • lagi blajar

    aku lebih nyaman baca buku biasa daripada baca “ebook” elektronik buku karena faktor pengalaman aja klo lainnya gk tau karena sekarang jaman internet jadi gk tau juga aku

  • amateurwriting

    hello ^^
    ngomong-ngomong soal bacaan, Ikut membaca tulisan amatir saya di amateurwriting.wordpress.com
    Saran dan kritik sangat saya harapkan
    Terima kasih banyak ^^

  • yuti

    jadi teringat TB Hendra, taman bacaan dekat pasar cihapit. awalnya jadi pelanggan tidak tetap ketika liburan tiba dan sekeluarga berkunjung ke rumah nenek. tapi semenjak kuliah di bandung, jadi pelanggan setia tb hendra untuk komik dan novel-novel enid blyton.

  • fifipakef

    betul pak…internet mempermudah kita mendapat berbagai informasi, sampai bisa bikin kalap..he he he.. tak jarang saya juga keasyikan mengunduh ebook sampai ujung-ujungnya bingung mau baca yang mana duluan, karena kebanyakan yang diunduh..hi hi hi..

    tapi, personally, bacaan dalam bentuk buku masih tetap jadi favorit, karena lebih ‘berasa’ kalau digenggam..🙂

  • Budi Rahardjo

    Saya juga pelanggan TB Hendra🙂 … Kadang mereka punya buku (baca: komik) yang tidak ada di taman bacaan saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: