Tag

,

Di tempat kami sedang ribut karena ada banyak pekerjaan tetapi kekurangan orang. Salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah kekurang penulis. Technical writer. Untuk penulis yang bisa menulis dalam bahasa Indonesia saja sudah kekurangan apalagi yang bisa menulis dalam bahasa Inggris juga. Hadoh.

Kalau Anda dapat menulis dengan baik, pasti akan ada banyak kerjaan untuk Anda. Anda tidak kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. (Kalau honor, itu cerita lain. he he he. Just kidding.)

Kemampuan menulis tidak akan muncul secara instan. Dia harus diasah terus menerus. Saya saja yang sudah tahunan menulis sering merasa iri melihat tulisan orang-orang, terutama tulisan fiksi. Tapi ini cerita lain. Sebetulnya tulisan teknis maupun fiksi sama saja. Kemampuan untuk menulis memang harus diasah. Saya beritahu sebuah rahasia. Blog ini sebetulnya adalah tempat saya untuk belajar menulis. hi hi hi. There you go. Now you know a secret. (Kok kayak lagunya the Beatles saja.)

Kebanyakan orang yang memiliki kemampuan teknis sering tidak suka menulis. Mereka hanya fokus kepada data. Kalaupun disuruh menulis, hasilnya hanya satu baris atau bahkan hanya dalam bentuk point form. Untuk mengembangkan poin tadi menjadi tulisan susahnya setengah mati. Tentu saja ini disebabkan mereka tidak pernah berlatih. Coba saja mereka berlatih, pasti lebih mudah. Bukan gampang, tetapi lebih mudah.

Ada terlalu banyak alasan untuk tidak berlatih menulis. Alasan yang paling banyak digunakan adalah sibuk. hi hi hi. Sibuk? Tapi facebook-an kok masih sempat? ha ha ha.

Sementara itu nampaknya krisis ini akan masih bertahan …