Tag

,

Sejak saya mulai menggunakan email, saya selalu menggunakan text-based email reader – yaitu pembaca email yang hanya membutuhkan tampilan teks saja. Dulu mulai dengan “mail” (standar program bawaan dari UNIX), kemudian “elm” dan “mush”. Kemudian akhirnya terdampar dengan menggunakan “mutt”. Sampai sekarang, mutt masih merupakan program kesukaan saya.

Sayangnya(?) jaman sudah berubah. Banyak orang mengirimkan berkas dengan attachment dan tulisan dengan format yang lebih kaya (rich format). Saya menjadi dinosaurus. Waktunya untuk berubah atau hilang.

Saya akan tetap menggunakan mutt untuk mengakses mail-mail saya yang berada di remote. Di komputer desktop saya, yang saat ini berbasis Linux (tepatnya Linuxmint), saya akan memulai menggunakan program email yang GUI.

Saya sudah mencoba Thunderbird tetapi ternyata dia tidak mendukung berkas email dalam format mailbox. (Secara berkala saya pindahkan mail/folder mail dari remote ke lokal/desktop dengan menggunakan program scp. Format mail saya adalah mailbox. Mungkin saya harus mengubahnya dengan menggunakan POP/IMAP sajalah.) Sayang sekali karena saya suka Thunderbird.

Kmail mendukung format mailbox, tetapi entah kenapa saya masih kurang sreg. Beginilah kalau banyak maunya. hi hi hi.

Oh ya, program mail yang saya gunakan harus mendukung banyak email. Saya ulangi, BANYAK EMAIL, dan folder berukuran raksasa. Email saya yang online saja sekarang ada yang berisi 18000 emails dengan total 650 MB. Itu baru satu account yang remote. Padahal ada beberapa account saya. (Jangan ditanya Gmail saya. he he he. Itu sih super raksasa.)

Untuk berkomunikasi dengan mahasiswa saja sudah banyak. Sebagai contoh, satu kelas saya isinya sekitar 150 orang. Kalau masing-masing mengirimkan berkas makalah mereka ke mailbox saya (dan bukan hanya sekali saja), berapa besar mailbox yang saya mesti gunakan. Kalikan itu dengan sudah 13 tahun saya melakukan hal ini. Plus dengan email-email saya sejak tahun 80-an. Lengkaplah ukuran mailbox saya.

Nah. Saran?