Kesiapan Lulusan Perguruan Tinggi

Berikut ini adalah materi presentasi yang saya sampaikan kemarin (25 Juli 2013) di Jakarta.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Kesiapan Lulusan Perguruan Tinggi

  • sigitp

    Setuju Pak Budi.

    Saya kuliah di EL ITB 2002-2006, ketika lulus saya bekerja sebagai associate consultant yang sangat membutuhkan softskill. Sayang waktu kuliah softskill sama sekali tidak diajarkan.

    Keperluan lain juga adalah conversational English. Teman saya di US lulusan Univ Colorado kaget English di ITB cuma 2 sks (angkatan saya). Dia bilang pantesan punya temen lulusan S1 ITB, S2 sekelas di Colorado tapi English nya kacau sehingga banyaknya jadi diem aja di kelas😀

    Sekarang saya bekerja di US, saingan saya banyak yang S1 nya dari India. Saya bisa bilang English dan soft skill mereka 10 kali lipat lebih baik.

    Input saya buat ITB, improve:
    1. Softskill (networking, presentasi, sosialisasi) dan
    2. Conversational English, bukan cuma sekedar teori/grammar

  • Aldi Rahman Untoro

    Jadi seperti itu, harus memperbanyak pengalaman

  • Firman

    Pak, izin share ya.

  • Dedi Dwitagama

    Reblogged this on and commented:
    Buatyang masih kuliah … penting niiii, semoga sukses smuah

  • G3n1k

    benar sekali pak, pengalaman saya adalah gap materi dikampus berbeda dengan industri
    boleh jadi level kemampuan programing kita dikampus tinggi, tapi jika turun langsung ke industri kemampuan itu berada di level paling bawah …
    butuh waktu bertahun2 dan belajar banyak lagi. bahkan di industri harus lebih banyak belajar jika di bandingkan dengan kampus, mungkin 3 atau 4 kali lipat,
    jago di kampus ??? jangan merasa cepat bangga

  • iscab.saptocondro

    Gap antara perguruan tinggi dan industri itu terjadi di seluruh dunia.
    Cara menjembatani adalah dengan kerja praktek. Bisa juga dengan tugas akhir di perusahaan. Itu untuk mahasiswa.
    Untuk dosen sih, sebaiknya banyak-banyak aja proyek dengan perusahaan.

  • rachmatdetijger

    Memang banyak temen-temen saya yang berhasil itu dapet ilmunya nggak cuma lewat pendidikan formal di kampus saja, akan tetapi mereka menambah ilmu di luar melalui les, kursus, bimbel dll. Karena banyak kampus di Indonesia tidak mencetak tenaga profesional siap pakai.

  • Ibu Bedak

    setuju banget nih pak. Selain masalah KP, sebaiknya para calon-calon yang mau lulus ini juga aktif ikut proyek (saya dulu dr prusahaan kp saya). Selain jadi nambah uang saku, bagus juga untuk belajar mengerjakan materi yang menjadi (calon) pekerjaan kita nantinya. Tapi sayang euy pak,seperti kata bapak. Rata2x mahasiswa TA pengennya cepet lulus.

  • Jumlah Pengangguran Masih 7,17 Juta Jiwa | Headline Berita Hari Ini

    […] atau lulusan perguruan tinggi. Data BPS per Februari 2013 menunjukkan bahwa ada 360 ribu orang lulusan perguruan tinggi menjadi pengangguran.   “Pemerintah terus berupaya membuka lapangan pekerjaan baru. […]

  • glutera

    Saya sangat terbantu sekali setelah membaca artikel ini…. Terima kasih Pak atas artikel nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: