Tag

, ,

Bagi kita yang tinggal di Indonesia, ojek mungkin bukan sesuatu yang aneh. Bagi orang asing, ini aneh luar biasa. Ada public transport yang berbentuk motor. Dan mengendarainya juga kadang gila-gila-an. he he he. Bagi kita ini solusi.

Kemarin saya terjebak macet ketika menuju Jakarta. Dari Bandung sudah pagi tetapi entah kenapa macet luar biasa sejak pintu tol Cikarang. (Sebetulnya tidak perlu ditanyakan. Cukup diterima saja fakta Jakarta macet. he he he.) Akhirnya mobil yang saya kendarai masuk Jakarta juga, meskipun merayap jalannya. Sampai di depan bank Bukopin Tebet saya lihat jam, sudah pukul 12:15 siang. Sementara acara saya di daerah jalan Medan Merdeka adalah pukul 13 siang. Langsung saya menyerahkan mobil ke Andika yang seperjalanan. Saya sendiri langsung naik ojek, yang melesat menuju tujuan. Sampai di tempat, *persis* pukul 13:00. Phew.

Setelah acara selesai, saya harus ketemuan dengan seorang kawan di daerah SCBD (Semanggi dan sekitarnya). Maka, waktunya menggunakan ojek lagi. hi hi hi. Meskipun sudah menggunakan ojek, kami harus menembus kemacetan jalan di Jakarta. Hampir satu jam kemudian saya sampai di tempat tujuan. Saya tidak kebayang kalau harus naik taksi. Berapa lama sampai tujuan? Dua setengah jam kemudian. Itu pun masih mungkin.

Ojek merupakan solusi bagi saya kali ini. Memang kadang menggunakan ojek tidak mudah. Minggu lalu, di Jakarta juga, saya harus naik ojek dengan membaca cup cakes. Saya terpaksa bawa pakai tas besar dan dipegang hati-hati supaya tidak terguling (karena di atas cup cakes ini ada hiasannya). Lumayan repot juga. Mana ngebut pula. Waks.

Hidup ojek!