Baca Dulu, Baru Komentar

Saya perhatikan sekarang ada (kecenderungan?) banyak orang yang cepat sekali memberikan komentar tanpa membaca dengan teliti. Ini kejadiannya di sosial media. Begitu ada berita, hanya dibaca judul headline-nya saja. Kemudian langsung beri komentar, yang biasanya adalah marah-marah. he he he. Padahal seringkali judul yang diberikan pada tulisan-tulisan di media itu tidak cocok dengan isinya. (Ini masalah tersendiri. Jurnalisme yang salah arah?)

Dalam berkomunikasi sering terjadi kegagalan karena pihak-pihak yang berkomunikasi tidak mau mendengarkan. Jangankan untuk memahami, mendengarkanpun tidak. Semua ingin dimengerti tetapi tidak mau mencoba untuk mengerti. Hal yang serupa terjadi dengan tulisan. Semestinya kita baca dulu, pahami dahulu, baru komentar.

Budaya buru-buru, instan, dan tidak sabaran ini harus kita perbaiki. Setuju?

Iklan

23 pemikiran pada “Baca Dulu, Baru Komentar

  1. Hehehe….benar Pak.

    Kadang malahan mereka dapat tulisan kita dari google.
    Kata kunci mereka tidak sesuai dengan tema tulisan kita.
    Mereka marah-marah katanya tidak nyambung tulisan kita.

    Walah….

  2. Masalahnya tidak selalu ada di pihak pembaca, pak. Wah, nulis menulis seperti itu seakan-akan saya membela budaya instan. Tidak juga, maksud saya adalah dalam pembuatan judul, ada kecenderungan membuat dengan gaya bombastis dan provokatif bahkan bertentangan dengan isi tulisan, demi menarik perhatian orang untuk membacanya. Jadi, salah siapa? Hehe..

  3. dulu waktu saya belajar menulis untuk media dan bahkan di dunia akademik, judul yang menarik memang disarankan. judul diharapkan mampu menarik rasa ingin tahu orang untuk membaca keseluruhan cerita. dan karena judul cuma bisa terdiri dari beberapa kata, maksimal 7 kata menurut beberapa pendapat, orang berlomba-lomba untuk mencari judul bombastis. dan karena 7 kata itulah memang judul menjadi reduksionis. tentu saja, ini jadi bermasalah ketika isinya bertolak belakang dengan isi yang belakangan ini lebih sering terjadi

  4. Sudah terpatri sebuah iklan layanan masyarakat di masa lampau sehingga … Bagaimana komentar yang baik? Membaca (isi blog) saja aku sulit (atau malas) 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s