Jasa Tukar Uang = Jualan Uang? = Haram?

Seperti yang sudah-sudah, menjelang Lebaran ada banyak orang yang membutuhkan uang “kecil” (sepuluh-ribuan) untuk dibagi-bagi. Bank-bank memberikan layanan tukar uang ini, tetapi banyak orang yang malas untuk pergi ke bank dan antri lama hanya sekedar untuk menukarkan uang. Akibatnya muncullah layanan baru, jasa tukar uang.

Di pinggir-pinggir jalan besar di kota Bandung, sebagai contoh di jalan Merdeka dekat Bank Indonesia, ada banyak orang yang berdiri di pinggir jalan menawarkan jasa penukaran uang ini. Katanya uang receh sebesar Rp 100.000,- dihargai menjadi Rp 110.000,- atau Rp. 120.000,-. Kelihatannya sepele, tetapi ternyata ini menjadi masalah.

Yang saya dengar dari sebuah wawancara di sebuah radio swasta Bandung, katanya layanan ini dilihat dari kacamata agama Islam adalah haram. Ini terkait dengan riba. Nah lho. Jual beli uang tidak diperkenankan. Saya tidak sempat mendengarkan lebih lanjut diskusi di radio tersebut. Saya sendiri belum memiliki opini.

Bagaimana menurut Anda?

Iklan

18 pemikiran pada “Jasa Tukar Uang = Jualan Uang? = Haram?

  1. ndak riba.. kalo nukernya ke bank jadi ribha.. kita ini kan beli jasanya.. kalo masalah kyk gini aja dibikin riba2 an, jadi susah sndiri lah kita ini..

  2. Saya sendiri merasa berterima kasih kepada “penjual penukar uang” ya memang harganya lebih mahal sekitar 10rb, tapi menurut saya itu sudah sebanding dari pada mencari Bank mana yang menyediakan tukar uang dan itupun masih dibatasi + harus ngantri.

  3. Sebaiknya jasa penukar uang itu bikin bon:
    – tukar uang : GRATIS
    – jasa bawa uang dari BI sampai ke pelanggan: Rp 20.000,-

    Masalah selesai.

  4. dimana sih di sekitaran bandung atau cimahi tempat nuker uang ke recehan gitu? yang sampe besok masih ada 😀

  5. Ya sdr Dora betul…..antara riba dan tidak kan cuma beda beda tipis, tergantung akadnya/konsensus dan niat awal nya bagaimana……

  6. dan sebaliknya, kalau semua jasa diharamkan dengan dalih riba, tidak ada lagi jasa karena semuanya dianggap haram. ini menjadi salah satu perdebatan mengenai boleh tidaknya menerima bunga bank. pihak yang pro menganggap boleh karena uangnya diputar dan ‘bekerja’ (harta yang ‘bekerja’ tidak dikenai zakat), pihak yang kontra menganggap tidak boleh karena mendapatkan selisih dengan tidak melakukan apa-apa.

  7. ——–z4inal pada 6 Agustus 2013 pada
    12:12 pm
    ndak riba.. kalo nukernya ke bank
    jadi ribha.. kita ini kan beli jasanya..
    kalo masalah kyk gini aja dibikin
    riba2 an, jadi susah sndiri lah kita
    ini..——

    maaf,saudara z4inal… saya kaget waktu klik nama Anda,kok info profile gravatarnya memakai surel dan foto saya..?? Anda ini siapa..??

    sedangkan profile gravatar saya yang asli http://gravatar.com/alfulky

  8. riba klo tukar uang dgn beda nominal.. halal klo adanya adalah fee utk membayar ongkos perjalanan si penukar uang..

  9. For me, hal seperti itu adalah riba dan hukumnya tidak diperbolehkan alias haram. Namun, apa daya masyarakat dibuatnya, sudah menjadi tradisi tersendiri setiap tahunnya. Mungkin ulama-ulama Indonesia akan lebih baik jika mensosialisasikan perihal masalah ini. Dan kalau mau nukar uang kan bisa di bank, atau bahkan di warung / toko 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s