Tag

, , ,

Saya baru nyadar bahwa tahun ini tidak ada acara buka bersama (bukber) yang saya ikuti. hi hi hi. Gak penting-penting amat sih dan sebetulnya gak begitu tertarik juga. Salah satu masalah kalau pergi ke acara bukber ini adalah tempat makannya sering tidak menyediakan tempat shalat yang layak – baik dari segi ukuran maupun kebersihan. Jadinya males.

Sebetulnya beberapa kali saya mencoba berbuka puasa di luar bersama keluarga tetapi selalu “gagal”, dalam artian tempat yang kami rencanakan selalu penuh. Bukan saja pilihan pertama yang penuh. Pilihan kedua, ketiga, dan seterusnya juga penuh sesak. Kalau mau tetap makan di tempat itu harus waiting list. Ya maleslah. Maksudnya juga mau berbuka puasa. Kalau disuruh nunggu lagi, bisa-bisa kelaperan sampai kurus. he he he. Akhirnya pilihan jatuh ke tempat yang kosong sajalah. Untungnya tempat makan tersebut masih enak juga.

(Kriteria enak ini masih perlu dipertanyakan karena kata mahasiswa saya, makanan itu hanya dua jenis; enak dan enak sekali. he he he.)

Eh, bisnis tempat makan – restoran, kafe, dan sejenisnya – di Bandung ini kayaknya sukses di bulan puasa ya? Hmm …