Pelajaran Ramadhan

Hari ini (semestinya) adalah hari terakhir puasa untuk bulan Ramadhan tahun ini. Tidak terasa ya? Pelajaran apa yang dapat kita peroleh? Sayang juga kalau kita tidak belajar.

Pertama, ternyata secara fisik kita dapat berpuasa. Bahkan saya melihat banyak anak-anak yang ikut (belajar) berpuasa. Yang lebih hebat lagi adalah orang yang setiap hari harus merokokpun bisa berpuasa. hi hi hi. Kami pun sempat futsal menjelang buka puasa di bulan puasa ini. Jadi sebetulnya selama kita mau, kita pasti bisa. Ini hanya masalah tekad saja.

Lingkungan tentunya mempermudah kita dalam berpuasa. Kalau puasanya rame-rame, seperti di bulan puasa ini, puasa tidak terlalu terasa. Lapar sih iya, tapi kita bisa menahannya. Kalau puasa yang sendiri-sendiri memang tantangannya lebih berat, tetapi tetap saja bisa. Untuk itu mari kita buat lingkungan yang memudahkan bagi orang-orang yang ingin beramal.

Kedua, skala. Berpuasa satu hari berat. Dua hari, lebih berat. Hebatnya kita berpuasa sebulan penuh! Lebih hebatnya lagi adalah berpuasa ini berurutan harinya, tidak putus-putus. Kok bisa ya? Saya yakin banyak orang yang belum|tidak pernah berpuasa akan terheran-heran. Bagi yang menjalankannya, biasa-biasa saja. Ini tidak biasa! Ini adalah hasil upaya kita yang luar biasa. Jangan lupa itu.

Puasa adalah ujian untuk diri kita sendiri. Akhir dari puasa adalah deklarasi kemenangan kita (atas diri kita sendiri). Selamat …

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Pelajaran Ramadhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: