Ketika Musibah Datang

Musibah adalah bagian dari kehidupan kita. Ada musibah yang diakibatkan oleh tingkah laku kita sendiri (self inflicted) dan ada juga yang di luar kendali kita. Bagaimana kita menyikapi musibah yang kita alami atau dialami oleh orang lain?

Karakter orang akan terlihat ketika musibah ini datang atau ketika melihat orang lain yang mengalami musibah. Bagaimana sikap seseorang tersebut?

  • Menjauh. Melepaskan diri. Gak kenal. Tidak mau terlihat terlibat. Padahal mungkin dahulu ikut mendekati yang bersangkutan.
  • Menghujat dengan segera. Nyukur-nyukurin. Seolah-olah justru menunggu kesempatan ini. Merasa bahwa dirinya adalah malaikat yang bersih dan terhindar dari musibah.
  • Berempati. Mendoakan agar yang mengalami musibah dapat melaluinya. Bersedia membantu sedapatnya. Setidaknya, berdoa.
  • Bukan hanya sekedar berempati, tetapi ikut membantu secara nyata. Turun tangan. Memberikan waktu, tenaga, biaya, dan pikiran.
  • Lain-lain? (Apa ya?)

Seperti apakah Anda?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

10 responses to “Ketika Musibah Datang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: