Nasib Juara-Juara

Baru-baru ini ada pertanyaan, kemana para juara-juara kompetisi entrepreneurship, business plan, ICT awards (semacam INAICTA), dan seterusnya? Semestinya mereka berhasil membuat perusahaan (startup). Pada kenyataannya hampir semua tumbang. Apa ya jawaban terhadap pertanyaan seperti ini?

Ada beberapa kemungkinan penyebab kegagalan ini. Yang pertama, para juara-juara ini memang hanya ingin ikut kompetisi. Target mereka adalah memenangkan kejuaraan. Setelah itu tidak penting lagi. Kemenangan kejuaraan ini menjadi bagian dari bio data. Nantinya ini digunakan untuk mencari pekerjaan. Nah lho. Padahal kalau menjadi entrepreneur kan tidak butuh bio data untuk melamar pekerjaan. Kan melamar pekerjaan kepada diri sendiri. hi hi hi.

Yang kedua, mengembangkan usaha itu berbeda dengan mengembangkan produk. Dibutuhkan orang dengan karakter yang berbeda. Orang bisnis akan beda dengan orang pengembang. Boleh jadi para pemenang ini tidak berhasil menemukan partner bisnisnya sehingga mereka (orang teknis) harus terjun menjalankan bisnis. Kemungkinan terjadinya kegagalan untuk hal ini sangat besar.

Yang ketiga, bisa jadi produk atau layanan yang dikembangkan itu belum memiliki pasar. Ahead of its time. Apa boleh buat, secara bisnis mereka gagal. Jika ini diluncurkan 5 tahun lagi kemungkinan bisa sukses secara bisnis.

Dan masih banyak alasan lain. Saya tidak ingin mencari-cari alasan untuk pembenaran, tetapi memang demikian adanya. Tidak mudah untuk membuat sebuah bisnis yang langgeng. Maka dari itu, kita perlu hargai usaha bisnis yang dapat bertahan cukup lama.

Sukses!

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

16 responses to “Nasib Juara-Juara

  • Azhar

    Sebaiknya para para nominator yang terpilih ini punya tekad yang kuat untuk melanjutkan karyanya menjadi bisnis yang baik. Kalau hanya untuk ikut lomba dan menang saja, sepertinya kualitas+kesungguhan berkarya-nya tidak nyata dan tidak bisa diimplementasikan. Kalau jadi begitu, Kompetisi INAICTA hanya jadi “Lomba sekali selesai terus udahan”, yang menang dianggap hebat, selesai acara bubar semua. Kalau sudah begitu, Kompetisi INAICTA jadi tidak membantu perkembangan/kemajuan Industri IT Kreatif. Sebaiknya pelatihan Bisnis yang diberikan benar-benar mendalam agar mereka tidak bingung di tengah jalan, dan para nominator/pemenangnya harus serius dengan bisnis yang mereka laksanakan. Semoga bisnis yang hendak mereka rintis ini sukses dan tahan lama serta bermanfaat bagi Umat🙂
    Sukses selalu Pak!

  • mahisaajy

    Nah, itu dia pak. Untuk membuat startup memang sepertinya butuh keberanian yang tinggi plus mental yang tinggi pula. Pasti nantinya akan banyak sekali rintangan yang datang. Semoga nanti semakin banyak orang yang berkarakter seperti itu.🙂

  • devino

    Mungkin kontesnya hanya mencakup teori pak budi, mungkin kalo kriterianya lebih banyak bobotnya di hasil lapangan bisa saja hasilnya berbeda.

  • semarismaya

    intinya niat ya, Pak
    kalau niat cuma sampai kompetisi ya sudah, tp kalau memang niat berkarya mungkin ada kelanjutannya😀

  • wilman hariwijaya (@VV1lm4n)

    jadi muncul pertanyaan nih ketika melihat kondisi para pemenang atau nominator setiap event yang blm banyak terjun langsung k dunia bisnis……apakah para investor juga di undang oleh panitia untuk bisa terlibat mengembangkan usaha dari hasil karya pemenangnya..? jika modal yang jadi kendala…

  • goldgbgamat

    sangat sepaham banget oom ,,
    karna pada intinya kita harus kita harus memahami dulu satu per satunya sebelum dua-duanya

  • sitirobiah

    jadi nantinya masuknya kemana dong bisnis atau kompetensi

  • Aditya

    -_- benar bang, kemana para pemenang itu. sekadar pengalaman juga bisa, tapi visi lombanya kan untuk melahirkan generasi entrepreneur

  • Bunga

    Ajang lomba dan bisnis nyata memiliki ruang, waktu dan kesempatan yang berbeda. Dalam sebuah lomba, pemenang selalu diambil oleh penilaian dari para juri yang jumlahnya sangat sedikit dibandingkan dengan pasar yang sebenarnya. Oleh karena itu, banyak sekali konsep2 enterpreneur atau bisnis yang ternyata tidak jalan karena memang tidak bisa dijalankan oleh sebuah tim yang memang tidak capable

  • Cara Menginstall Windows 7

    Intinya sih kayaknya pada niatnya😀

  • herbalwarung

    berdasarkan pengalaman saya, jangan mudah menyerah jika gagal coba lagi dan coba lagi. Konsisten dan fokus itu penting dalam menjalankan bisnis? bagaimana kalau tidak punya modal, nah ini yang masih berat untuk pemula yang ingin berbisnis takut karena tidak punya modal. modal bisa pinjam dan harus dibayar jangan lupa he he.

  • CO detector

    Kriteria penilaian seharunya memasukkan usahat yang sudah berjalan minimal 1 atau 2 tahun. Kalau cuma start up, lalu mati, dimana mental ‘pemenangnya’?

    Konsep EU yang dibuat Pak Purdhi saya kira sangat ideal untuk dijadikan referensi.

  • Duwitmu | Mengelola Keuangan yang Sehat

    Endurance yang tidak mudah dalam bisnis. Kita tahu karena ini kebanyakan start-up, maka konsekuensi logisnya, banyak yang secara endurance belum teruji. Waktulah yang menguji mereka dan hasil pengamatan bapak terbukti kan ensurance mereka seperti apa.

    Simak penelurusan kami mengenai apa yang dibutuhkan supaya endurance dalam berbisnis bisa panjang di artikel http://www.duwitmu.com/kiat-memulai-usaha-proses-promosi/

  • reshamks

    saya yakin cukup banyak industri kreatif yg tetap berjalan. mungkin malah menembus pasar eksport.
    kelemahannya ada pada publikasi oleh media. media kita lebih tertarik meliput berita kriminal dan sensasi lainnya dari pada berita industri kreatif kita.
    coba kita hitung berapa program acara teknologi dan industrinya dibanding berita kriminal. di pagi hari, di siang hari bahkan sampai tengah malam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: