Tag

, , ,

Salah satu kelemahan dari engineer – mungkin tidak hanya engineer ya? – adalah ketidaksabaran dalam menjelaskan. Seringkali mereka menuliskan data – yang kadang kala dalam jumlah yang banyak – tetapi tidak memberikan penjelasan apa maksudnya. Mereka merasa bahwa orang lain harusnya sudah tahu / mengerti apa yang terjadi dari data yang mereka berikan. Mosok begitu saja tidak tahu? Padahal sering kali tidak tahu.

Untuk menjelaskan hal yang teknis dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Seringkali pendengar atau pembaca belum (tidak) mengerti data yang kita berikan. Mereka bukan orang yang bodoh, tetapi belum mengerti saja. Misalnya, kalau saya berikan keluaran hasil scanning dari program nmap, orang yang pandai sekalipun – misal profesor di bidang Biologi – belum tentu dapat memahami maknanya. Mereka bukan orang yang bodoh, tetapi karena bukan domainnya, mereka tidak tahu. Jangankan kepada orang di bidang Biologi, orang di bidang Teknologi Informasi pun jika tidak menggeluti bidang security atau jaringan tidak akan paham keluaran dari program nmap. Setelah kita jelaskan, mereka akan paham.

port 21/tcp open …

Menjelaskan ini ternyata merupakan sebuah seni (art). Bagaimana kita dapat menjelaskan sesuatu kepada seseorang sehingga dia memahaminya, tanpa perlu harus terlalu dalam (dan lama) menjelaskannya dan pada saat yang sama tidak membuat penjelasan tersebut terlalu enteng (ringan, encer, watered down)? Kalau terlalu ringan jadinya malah diremehkan. Itu dia …

Ini semua yang membuat penulisan dokumen teknis (report writing) merupakan sebuah kemampuan yang langka.