Kesabaran Dalam Menjelaskan

Salah satu kelemahan dari engineer – mungkin tidak hanya engineer ya? – adalah ketidaksabaran dalam menjelaskan. Seringkali mereka menuliskan data – yang kadang kala dalam jumlah yang banyak – tetapi tidak memberikan penjelasan apa maksudnya. Mereka merasa bahwa orang lain harusnya sudah tahu / mengerti apa yang terjadi dari data yang mereka berikan. Mosok begitu saja tidak tahu? Padahal sering kali tidak tahu.

Untuk menjelaskan hal yang teknis dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Seringkali pendengar atau pembaca belum (tidak) mengerti data yang kita berikan. Mereka bukan orang yang bodoh, tetapi belum mengerti saja. Misalnya, kalau saya berikan keluaran hasil scanning dari program nmap, orang yang pandai sekalipun – misal profesor di bidang Biologi – belum tentu dapat memahami maknanya. Mereka bukan orang yang bodoh, tetapi karena bukan domainnya, mereka tidak tahu. Jangankan kepada orang di bidang Biologi, orang di bidang Teknologi Informasi pun jika tidak menggeluti bidang security atau jaringan tidak akan paham keluaran dari program nmap. Setelah kita jelaskan, mereka akan paham.

port 21/tcp open …

Menjelaskan ini ternyata merupakan sebuah seni (art). Bagaimana kita dapat menjelaskan sesuatu kepada seseorang sehingga dia memahaminya, tanpa perlu harus terlalu dalam (dan lama) menjelaskannya dan pada saat yang sama tidak membuat penjelasan tersebut terlalu enteng (ringan, encer, watered down)? Kalau terlalu ringan jadinya malah diremehkan. Itu dia …

Ini semua yang membuat penulisan dokumen teknis (report writing) merupakan sebuah kemampuan yang langka.

Iklan

10 pemikiran pada “Kesabaran Dalam Menjelaskan

  1. wuah. kasusnya anak ITB banget ini pak. berharap orang sudah mengerti hanya dengan sedikit penjelasan. di sisi lain, orang lain memang tidak paham jalan pikirnya anak-anak ITB. *ini yg saya rasakan siy pak*:D

  2. Anakku suka ga sabar jelasin klo emaknya tanya misalnya metode matematik yg diajarin guru sekolah tapi emaknya ga tau krn dulu caranya kan beda (pdhl emaknya kan pernah jadi dosen biologi hihi) .., parah deh krn dia suka jadi ngamuk tantrum .. gimana ngajarinnya ya spy bisa sabar dan ga marah2. Tapi ini mmg anak baru 9 thn sih, ya tapi klo keterusan sampe gede kan jadi susah semisal ntar keterima jadi anak ITB bisa bikin profnya bt deh hehehe.. maka itu emaknya gegerget kyknya memang ada seni/ilmu yg bisa diajarkan spy ga jadi personal emosi kemana2. Sekolahnya ko sptnya kurang mengajarkan ilmu ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s