Tag

, , ,

Entah karena saya yang bodoh atau mempercayai teori yang bodoh, saya percaya ada beberapa hal yang tidak dapat dilalui dengan jalan pintas. Ada banyak orang yang ingin menjadi jagoan di satu bidang tetapi tidak mau memberikan waktu – dan tentunya atensi – untuk menekuni bidang tersebut. Mereka mencari jalan pintas.

Meskipun saya melihat ini dominan di Indonesia, tapi saya yakin ini bukan monopoli orang Indonesia. Lihat saja ada banyak buku “how-to” yang durasi waktunya sangat singkat. “How to program this and that in 21 days or less”. Bagaimana bisa? Menjadi jagoan skateboard dalam waktu 3 hari.

Di bidang pendidikan, saya mencoba mengajari mahasiswa saya untuk belajar menulis. Kebanyakan tidak percaya. Mereka yakin bahwa menulis tugas akhir, atau thesis, atau disertasi, dapat dilakukan dalam waktu sekejap. Bagaimana mungkin? Apabila mereka tidak melatih menulis, bagaimana mereka dapat membuat tulisan yang baik? Ah, saya tahu. Mereka hanya ingin lulus saja. Tulisan secukupnya saja. Asal bisa melalui syarat administratif kelulusan saja.

Okelah. Mungkin mereka ada benarnya. Namun kemudian ide yang sama diterapkan di semua hal yang mereka lalui. Asal saja. Tapi mereka ingin mendapatkan hasil – baik itu berupa finasial atau ketenaran, fame and fortune – yang bukan asal-asalan. Bagaimana mungkin?

Saya, bodohnya, masih percaya bahwa untuk menguasai sesuatu secara mahir dibutuhkan 10.000 jam atau 10 tahun – atau ekivalennya. Nah …  Eh, tapi saya tidak sendirian. http://norvig.com/21-days.html