Tag

, ,

Salah satu daya tarik penggunaan BlackBerry adalah BBM (Black Berry Messenger). Dahulu dia adalah satu-satunya aplikasi untuk berkirim pesan secara flat rate. Sekarang sudah banyak aplikasi seperti itu. Salah satunya yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah WhatsApp.

Jika BBM waktu itu hanya ada di platform BlackBerry, WA ada di platform yang lebih terbuka: Android, iOS (Apple), *DAN* BlackBerry juga. Tidak hanya handphone saja, tetapi tablet juga bisa! Artinya potensi pangsa pasarnya jauh lebih besar lagi. Maka mulailah WA menyusup dalam kehidupan kita sehari-hari.

Saya tidak menggunakan BlackBerry karena takut kebanyakan pesan-pesan. Sekarang saja sudah kebanjiran pesan, email, dan seterusnya. Tadinya juga saya tidak menggunakan WA, tetapi untuk kordinasi pekerjaan akhirnya saya menggunakan WA juga. Dan kebetulan saya juga menggunakan handphone yang bisa WA (tadinya handphone saya adalah handphone yang sangat sederhana).

Ternyata sekarang grup-grup yang tadinya di BBM juga sudah mulai pindah ke WA. Akibatnya sekarang tidak ada daya tarik lagi untuk membeli BB.

Sekarang BBM sudah(?) akan tersedia untuk platform non-BlackBerry, tetapi menurut saya ini sudah terlambat. Orang-orang sudah terlanjur pindah ke WA. Momemtum untuk pindah platform / aplikasi itu sangat susah. Lihat saja dominasi Microsoft Windows. Biar Mac OS lebih bagus pun kebanyakan orang masih akan tetap bertahan di Microsoft Windows. Demikian pula dengan WA. Saya tidak yakin orang akan pindah ke BBM. Apa insentif orang mau pindah (lagi) dari WA ke BBM? (Kecuali WA dibeli oleh BlackBerry. Mungkin itu satu-satunya jalan.) Bagaimana dengan grup-grup Anda? Apakah masih di BBM atau sudah mulai pindah ke WA?

Maaf, terlambat …

[update: berita yang mungkin relevan.]