Tag

, ,

Ceritanya saya sedang membaca dan menilai beberapa tulisan (artikel). Satu hal yang berulang-ulang saya temukan dalam tulisan ini adalah terlalu banyaknya data tanpa cerita. Contohnya seperti berikut.

Ada sebuah tulisan tentang teknologi informasi dan komunikasi menampilkan data statistik tentang jumlah pengguna internet Indonesia, tentang penggunan telepon seluler, tentang GDP, dan seterusnya, tetapi saya tidak melihat ceritanya. Ada sih ceritanya tetapi monoton. Itu-itu saja. Yang menjadi masalah adalah data tersebut tidak mendukung ceritanya. Bukankah sebenarnya yang lebih penting adalah ceritanya? Kemudian data yang ditampilkan adalah yang mendukung ceritanya.

Suatu ketika di Bandung, yang temperaturnya 21 derajat selsius, ada seorang pemuda bernama Fulan.

Dalam contoh di atas, apa fungsi temperatur 21 derajat selsius itu ya? Gak nyambung. Terus, kalau “21” memangnya kenapa? Dingin? Panas? Atau bagaimana?

Kasus tulisan/artikel yang sedang saya review memiliki masalah yang sama. Bosan membacanya. Penilaian saya? Tentu saja rendah.