Tentang Penyadapan Itu

Sekarang sedang ramai dibahas mengenai penyadapan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Sebetulnya saya tidak terlalu ingin untuk membahas ini di ruang publik. Topik yang terkait dengan intel sebaiknya dibahas dalam ruang tertutup. hi hi hi. Namun karena semakin banyak yang ribut dan tidak menggunakan referensi / data yang benar, asal mangap, maka saya buat tulisan ini.

Pertama, ada tugas dari agen rahasia (spy, intel) untuk mengumpulkan data dengan cara apapun. Saya ulangi, dengan cara apapun. Syaratnya hanya satu, yaitu tidak boleh ketahuan. ha ha ha. Namanya juga agen rahasia. Ya harus rahasia.

Nah, yang diributkan saat ini adalah karena ketahuan. Kalau tidak ketahuan, atau hanya diketahui di lingkungan terbatas, maka tidak akan terjadi keributan seperti sekarang. Sudah ada banyak referensi yang membahas mengenai hal ini. Majalah IEEE Spectrum sudah dua kali membahas ini secara terbuka; tentang Echelon dan tentang penyadapan yang dilakukan terhadap pejabat di Yunani. (Referensi ada di materi kuliah saya tentang Kriptografi.)

Penyadapan dan perlindungan data sudah berlaku sejak jaman dahulu kala. Bahkan dikatakan perang dunia kedua berakhir dengan lebih cepat karena pihak Sekutu berhasil memecahkan sistem persandian dari Jerman, yang menggunakan perangkat Enigma. (Silahkan kunjungi situs Bletchley Park.) Kita juga bisa mundur lagi ke jaman Julius Caesar, dengan Caesar Chiper-nya.

Inti yang ingin saya sampaikan adalah bahwa penyadapan sudah berlangsung dari dahulu dan akan tetap berlangsung.

Kedua. Jika sudah kita sadari bahwa nature dari kegiatan ini adalah saling sadap, maka kita harus menguasai teknologi dan teknik untuk melakukannya dan melindungi diri. Adalah bodoh kalau kita hanya mengatakan bahwa pihak lain tidak boleh menyadap tetapi kita sendiri tidak melindungi diri kita sendiri. Sebagai contoh, tentunya kita harus menerapkan perlindungan terhadap data yang sensitif – yang biasanya terkait dengan pemerintahan / militer.

Perlindungan ini tidak hanya dilakukan secara teknologi atau teknis saja, tetapi terkait juga dengan manusianya dan prosedurnya. Sebagai contoh, komunikasi antar pejabat tidak boleh menggunakan perangkat komunikasi komersial biasa, harus menggunakan perangkat yang dikembangkan oleh instansi yang khusus untuk menangani hal ini. Kalau di Indonesia, ini adalah Lembaga Sandi Negara. Mereka sudah mengembangkan teknologinya. Sekarang tinggal maukah para pejabat itu menggunakannya?

Lainnya … nah itu sih rahasia.🙂

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

14 responses to “Tentang Penyadapan Itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: