Bagaimana Cara Koleksi Film, Lagu, dll.?

Dahulu waktu harga disk masih mahal, kebanyakan orang koleksi film, lagu, dan berkas-berkas digital lainnya dalam CD atau DVD. Namun ternyata usia DVD juga terbatas dan ternyata mudah rusak juga. Begitu rusak sedikit, tewas. Maka mulailah orang menyimpan (archive) berkas-berkas tersebut di harddisk.

Harddisk juga ternyata bermasalah. Saya pikir usia disk bisa lama sekali ternyata tidak juga. Maksudnya tadinya saya pikir usia harddisk itu bisa 20 tahun, misalnya, tetapi kenyataannya kok jauh di bawah itu. Selain itu teknologi disk juga berubah dengan pesat sehingga jenis dan ukuran disk juga berubah. Misalnya disk dulu berukuran ratusan GB, tapi sekarang disk sudah mulai berukuran TB.

Kalau dulu koleksi film dan lagu dalam disk 300 GB, sekarang harus dimigrasikan ke disk 1 TB. Lantas disk 300 GBnya untuk apa ya? Sebentar lagi juga disk 1 TB itu sudah harus diganti lagi dengan 2 TB, dan seterusnya. Artinya upgrade terus.

Sebetulnya ada alternatif lain, yaitu disimpan di “cloud”. Namun kecepatan akses – setidaknya, di tempat saya – masih super lambat. Bayangkan kalau saya harus upload 1 TB. Berapa lama? Namun setidaknya ada alternatif lain untuk masa depan.

Bagaimana Anda menyimpan (archive) berkas film dan lagu-lagu Anda?

Iklan

9 pemikiran pada “Bagaimana Cara Koleksi Film, Lagu, dll.?

  1. Ooo nanya toh, kirain ngasih tips 🙂
    Saya terbersit ide yang saya sendiri belum lakukan (hehe jadi malu), yaitu dengan berbagi di komunitas peer-to-peer (torrent). Jadi koleksi tsb disimpan di komputer kita sendiri dan komputer orang lain. Just in case harddisk kita jebol, asalkan ada “kawan seselera” yang masih setia menyimpan album/film kesayangan kita, kita bisa download ulang dan kita tetap memiliki koleksi tsb, dalam konteks tertentu artinya kita bisa “mengabadikan” koleksi itu. Kata mengabadikan pakai tanda kutip karena memang sesungguhnya tak ada yang abadi di dunia ini.. 🙂

  2. Saya pake NAS (Synology 1513+), skrg dg 3x 4TB disks dipasang hybrid RAID (setara RAID 5), usable spacenya sekitar 7.5TB dengan redundancy (can tolerate up to 1 disk failure). Trus dipasang Plex Media Server, beres. Semua udah rapi, video, audio, photos, backups, etc. Tinggal nonton/denger lagu lewat network pake Plex client apps.

    Kalo spacenya kurang tinggal beli disk baru (ukuran dan merek gak harus sama), trus tinggal suruh volume managernya resize, beres.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s