Media dan Konten

Apa beda antara “media” dan “konten”? Berikut ini adalah sketsa yang ada di kepala saya.

content and media 1000

Media adalah wadah, wahana, tempat, cangkang. Konten adalah isi yang berada dalam wadah tersebut. Media dapat berbentuk berita, blog, media sosial (nah ini namanya saja sudah media) seperti twitter. Konten adalah tulisan, gambar, audio, dan video yang disampaikan dalam media tersebut.

Bagaimana menurut Anda? Apakah pemahaman saya ini sudah benar?

18 Comments

  1. kalau menurut saya, media bisa punya beberapa makna di sini. tergantung cakupan yang dibahas :
    – format, wujud, atau bentuk ekspresi dari konten : teks, gambar, suara, video, media cetak, media digital
    – bungkus, saluran, atau wadah secara lebih umum : media massa, media sosial

    Pada dasarnya arti media adalah wujud yang menjadi perantara / penghubung (perantara ~ medium). makna pertama dimaksudkan sebagai penghubung antara ide (benda abstrak) dengan indera sedangkan makna kedua sebagai penghubung antara dua pihak (orang dengan orang). contoh untuk kasus kedua, blog ini adalah media dari ide-ide pak budi (tanpa melihat secara lebih rinci bentuk isinya). karena blog ini menghubungkan pak budi dengan pembacanya dalam interaksi dua arah (tulisan dan komentar), blog ini kemudian mendapat predikat media sosial.

    cmiiw

  2. Mengalir Pak… di industri penyiaran (setelah konvergensi), istilahnya “pipe & content”. Isinya sama misalnya film Man of Steel, disalurkan dengan media atau perangkat SDD card (statis) sampai streaming (dinamis). Media sesungguhnya adalah yang dinamis: film disalurkan melalui sistem pipa-pipa berbeda (terrestrial, cable, satellite, dan sekarang televisi hybrid broadcast broadband/HbbTV versi Eropa atau TV anywere versi Amrikiyah). Setiap pipa punya model bisnis berbeda (gratis tapi subsidi pemerintah, gratis tapi iklan, berbayar paket, berbayar bandwidth, berbayar on demand, dkk.). Just sharing a bit… :-)))
    http://tech.ebu.ch/docs/factsheets/ebu_fs_hybrid-television_ver2.pdf

  3. Tukangnya media adalah insinyur, sedangkan tukangnya konten adalah seniman. Tukang konten masih lebih beken daripada tukang media, setidaknya di Indonesia. Tapi, insinyur yang hebat pasti “kembang hidungnya” begitu ada seniman yang memakai produk buatannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s