Memberi Nilai Mahasiswa ITB

Dahulu … jamannya saya masih kuliah di ITB, nilai kuliah bervariasi dan cenderung pelit. Untuk mata kuliah tertentu, begitu mendapat nilai C maka kami berbahagia. Hi hi hi. Bahkan ada satu kuliah – tepatnya kuliah Teori Medan – yang saya bersyukur ketika mendapatkan nilai D. Yang penting adalah tidak perlu mengulang. he he he.

Maka pada masa itu nilai-nilai mahasiswa ITB sangat rendah dibandingkan dengan nilai-nilai mahasiswa dari perguruan tinggi lain. Akibatnya dalam rekrutmen yang dilakukan oleh berbagai perusahaan, ada kemungkinan lulusan ITB tersingkir karena melihat nilai-nilainya yang rendah.

Belakangan ini saya melihat nilai-nilai mahasiswa ITB sudah jauh lebih baik dari dulu. Mungkin karena dosennya lebih murah dalam memberikan nilai, atau karena memang mahasiswa sekarang jauh lebih cerdas dari sebelumnya. Atau mungkin dua-duanya. Entahlah. Yang pasti, sekarang lebih banyak lulusan ITB yang lulus cum laude dibandingkan dulu.

Sekarang saya berpikiran lain. Agak nyeleneh. Begini. Mahasiswa ITB kan bahan bakunya memang sudah cerdas. Seharusnya mereka memang lulus dengan nilai A, kecuali kalau memang mahasiswanya aneh seperti misalnya tidak hadir ketika ujian. Jadi default nilai A. Kalau mahasiswa tidak mengerti dan nilainya jelek, berarti dosennya yang tidak becus. Karena saya dosen yang tidak jelek-jelek amat, maka seharusnya nilai mahasiswa adalah A semua. Maka saya beri nilai A semua. Boleh begitu? Hi hi hi

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

7 responses to “Memberi Nilai Mahasiswa ITB

  • eckohehe

    Setuju Pak. Nilai hanya salah satu cara untuk memproyeksikan kemampuan agar terukur, tetapi banyak komponen lain yg tidak terukur dalam nilai tersebut. Bagi saya, nilai (dengan sistem penilaian sekarang) hanya sebuah nilai, yang paling penting itu ilmu dan skill yg dipelajari. Proses pembelajaran yg dinilai hanya proses pembelajaran selama 1 semester itu saja, padahal proses itu terus berlanjut dan itu tidak dinilai lagi. Padahal bisa saja setelah lulus dr kuliah “nilai” yg diberikan td sudah bukan “nilai” yg benar lagi.😀

  • semarismaya

    jelas boleh sekali, Pak. kecuali untuk mahasiswa-mahasiswa yang nyelenah tadi😀

  • ded

    Seharusnya kita semuanya sepakat, bahwa nilai bukan tujuan akhir🙂

  • Dadang Hidayat

    Nilai dalam dunia perkuliahan berdasarkan kata orang bijak bukan tujuan uatama, tetapi tujuan utamanya adalah ilmu yang didapat dan bisa bermanfaat bagi orang lain. tapi pada kenyataanya termasuk saya sendiri sulit untuk menerapkan sistem mengharap ridha Allah atau mengharap ilmu yang bermanfaat, selalu berorientasi pada harus mencapai nilai bagus. Mari kita perbaiki sistem belajar mahasisw.
    dan masalah memberi nilai A kalau menurut saya sah sah saja pak, asal mahasiswa itu memang layak medapatkan nilai A dengan imbas mahasiswa itu pinter🙂 Salam sukses

  • English Prestige

    wahh,,mau banget kalo dosennya pak budi rahardjo🙂

  • yudiwebs

    setuju pak, tapi yang terpenting bagaimana ilmu itu bisa tersampaikan dan diterima dengan baik pak, itu lebih baik dari pada dapat nilai A , tapi kalau disuruh jelasin materinya ke orang lain ngak bisa, Di harapakan A dapat ilmunya juga dapat banget

  • iscab.saptocondro

    Saya menyerahkan penilaian kepada komputer, walau yang coding software-nya saya sendiri. Biarlah komputer yang menilai. Saya cukup memeriksa ujiannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: