Pimpinan Yang Tidak Pernah Turun Ke Bawah

Membaca (mendengar) berita akhir-akhir ini rasanya mau mules. Ada banyak menteri yang tidak tahu kondisi rakyat. Kasus terakhir adalah harga LPG 12 kg yang melejit naik. Eh, masih ada menteri yang bilang tidak tahu. Hardy har har. He he he. Kalau kata orang Sunda, kamana wungkul yeuuhhh

Inilah contoh pimpinan yang  tidak pernah turun ke bawah. Hanya duduk di kantor dan meeting-meeting. Kalau pun pergi, ya ke acara untuk memberikan sambutan ini dan itu. Pulang ke rumah juga hanya untuk tidur dan kembali ngantor lagi. Maka dia tidak pernah turun ke bawah. (Kalau turun ya kebawah? Mosok ada turun ke atas.) Tidak pernah ngobrol dengan rakyat biasa yang tidak difilter oleh bawahaan yang asal bapak senang. Apakah mereka hidup dalam tempurung ya?

Apa mereka tidak pendapat keluhan dari istirnya tentang kenaikan harga? Bagaimana dengan keluhan dari orang tuanya? Keluarganya? Kawan-kawannya? Mosok tidak pernah komunikasi dengan mereka?

Maka dari itu banyak orang yang mengelu-elukan Jokowi (Jakarta), Bu Risma (Surabaya), Ridwan Kamil (Bandung) karena mereka mau turun ke bawah. Hanya sekedar turun ke bawah. Apa susahnya sih?

Ternyata memang ada penyakit, yaitu penyakit pimpinan. Begitu pegang jabatan, maka dia sudah terlalu sibuk untuk turun ke bawah. Ya saya tahun Anda sibuk, tetapi setiap orang juga sibuk. Jangan mengira bahwa apa yang Anda kerjakan itu lebih penting dari pekerjaan orang lain. (Saya kerap menolak bertemu dengan bos / pimpinan jika tidak ada yang urgen dan yang saya kerjakan lebih penting. Bahkan sekedar mengajar di kelas boleh jadi lebih penting daripada sekedar ha ha hi hi dengan menteri.)

Penyakit ini saya temui di segala lini bidang. Bidang pendidikan pun sama saja. Lihat saja institusi-institusi pendidikan. Banyak “pimpinan” yang besar kepala karena menjadi ketua ini dan itu, Dekan, Rektor. Biasa sajalah. Maka dari itu saya cukup salut kepada orang yang tidak terkena penyakit ini. Semoga kita terhidar dari penyakit ini.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

8 responses to “Pimpinan Yang Tidak Pernah Turun Ke Bawah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: