(Kemampuan) Menjawab Pertanyaan

Ini masih terkait dengan presentasi (thesis, desertasi) mahasiswa. Salah satu hal yang saya lihat sangat mendasar adalah kurangnya kemampuan mahasiswa dalam menjawab pertanyaan. Mungkin masalah ini tidak spesifik terhadap mahasiswa saja, tetapi bisa jadi umum juga.

Masalah pertama yang saya amati adalah mahasiswa tidak memahami pertanyaan yang diajukan. Yang ditanya apa, jawabnya tidak menjawab pertanyaan itu. Akibatnya mahasiswa dianggap tidak menguasai masalahnya. Padahal boleh jadi sang mahasiswa mengerti tetapi karena jawaban berbeda dari pertanyaan maka dianggap dia tidak mengerti. Jadi, pahami dahulu pertanyaannya. Boleh diulangi pertanyaannya dengan kalimat yang lain untuk memastikan bahwa itu yang ditanyakan.

Masalah kedua memang mahasiswa tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut. Kalau saya, saya akan jawab apa adanya πŸ™‚Β  bukan dengan memutar-mutar, yang akhirnya ketahuan juga bahwa tidak mengerti. Saya biasanya menggunakan sesi tanya jawab untuk mendapatkan masukan dari penanya / penguji. Justru ini sangat bermanfaat. Kita bisa mengambil pemikiran dari para penguji itu. Sebagian besar justru menganggap ini sebagai sesi untuk menghakimi dan akibatnya malah ketakutan. Salah besar.

Nah …

Iklan

18 pemikiran pada “(Kemampuan) Menjawab Pertanyaan

  1. kalau di latihan untuk sidang, mengalihkan pertanyaan termasuk strategi untuk menghindari menjawab pertanyaan yang tidak bisa dijawab πŸ˜€

  2. Mengalihkan pertanyaan *pasti* ketahuan πŸ™‚ dan bagi saya itu merupakan point yang sangat negatif πŸ™‚ Kalau tidak bisa menjawab pertanyaan lebih baik terus terang *dan* minta masukan, harusnya bagaimana ya? (think of it as free consultation. hi hi hi)

  3. saya pernah terpikir bahwa dalam keadaan tertentu seringkali seseorang yang menjawab tidak tepat/berputar-putar seperti yg diuraikan Pak Budi Rahardjo diantaranya karena.. :

    1. Dia tidak paham topik tersebut, mencoba menjawab, tapi justru berputar-putar pada kalimatnya sendiri dan seringkali tidak menjawab pertanyaan, kalaupun ternyata menjawab, mungkin hanya ~10% dari total kalimat yang diucapkan,
    2. Dia *memiliki* suatu pendapat yang ingin didengarkan orang lain, sayangnya diutarakan tidak pada waktu dan tempat yg semestinya, akhirnya tidak menjawab pertanyaan, justru dijadikan tempat untuk sebar opini miliknya,
    3. Dia *sebenarnya* tidak peduli dengan pertanyaan tersebut, tapi justru merangkai kalimat yg berputar-putar dengan pikiran “Yang penting saya berbicara (menjawab), tidak peduli benar atau tidak”,
    4. Dia paham, tapi mencoba mengutarakan topik lain yang dikait-kaitkan karena ingin membicarakan topik yang diinginkannya, bisa menjawab, bisa tidak. (Biasanya bikin pembicaraan jadi Out of Topic (OOT), sangat tidak baik jika hal ini dilakukan dalam kasus formal seperti sidang).

    4 poin diatas saya buat berdasarkan pengamatan saya pada setiap kasus tanya-jawab sederhana sampai formal yang pernah saya lakukan (bertanya).. tidak ada data yang tersurat, hanya berasalkan dari ingatan dan hipotesis saya saat ini,.. atau mungkin Bapak memiliki pendapat lain? πŸ˜€

  4. Biasanya mahasiswa kalau sudah berhadapan dengan dosen pembimbing atau malah dosen penguji sidang rasa minder mulai muncul. Ini juga sangat mempengaruhi kemampuan menjawab pertanyaan.

  5. bener banget :
    1. mungkin ada beda persepsi antara penanya dan penjawab, sehingga jawaban yang diberikan tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh penanya bahkan terlihat melenceng jauh
    2.ketidaktahuan / ketidaksiapan dari penjawab itu sendiri, terutama tentang skripsi/thesis yang dibuat

    jurus jawaban diplomatis alias ngeles juga perlu kita keluarkan … enggak semua penanya mau menerima jawaban “tidak tahu” secara langsung

  6. jawaban yang tidak menjawab pertanyaan, dalam istilah saya slenco, kan sedang tren sekarang ini. bila melihat acara-acara wawancara dan debat di tv, hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s