Habisnya Ballpoint

Di tengah-tengah tanda tangan menguji mahasiswa tadi, ballpoint saya kehabisan isinya. Horeee. Saya senang. Bisa habis juga ballpoint. Biasanya ballpoint sudah hilang duluan sebelum habis isinya. Kali ini isinya bisa habis karena saya gunakan untuk memeriksa (memberi koreksi, catatan, dll.) tugas mahasiswa. Waktunya beli ballpoint lagi. Yayyy…

Membeli ballpoint merupakan hal yang menyenangkan. Pilih-pilih yang sesuai; warnanya, ketebalannya, ukurannya, enak pegangannya, dan tentunya harganya. Anehnya, mestinya pilih ballpoint yang enak dipakai tetapi seringkali pilih yang harganya murah. Kalau beli yang enak dipakai biasanya harganya mahal. Sayang juga kalau beli mahal-mahal terus hilang. Jadinya beli yang murahan. Itu algoritma optimasinya. hi hi hi. Sekali-sekali beli yang enak dipakai mesti agak mahalan sedikit.

Iklan

7 pemikiran pada “Habisnya Ballpoint

  1. saya justru kebanyakan ballpoint karena dapat dari mana-mana (event).. tapi pernah juga pakai pulpen sampai habis isinya, yang saya rasakan adalah perjuangan dan kenangan tentang tulisan-tulisan yang telah saya hasilkan dari ballpoint tersebut.. sambil berkata dalam hati.. “Terima kasih… Ballpoint!” XD…

  2. hihi betul pak. memang menjadi kenangan. jarang-jarang ballpoint dipakai habis sampai titik terakhir. Kebanyakan belum habis sudah hilang duluan. Hihi… kalau makai sampai habis rasanya lega + gimana gitu. Ada kepuasan tersendiri 🙂 hihi

  3. paling tidak dalam 5 tahun terakhir, saya tidak pernah menggunakan ballpoint sampai habis tintanya, hihi. ballpoint2 saya lebih dulu hilang sebelum tintanya habis 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s