Tag

,

Salah satu topik diskusi terkait dengan mahasiswa adalah masalah disiplin. Banyak orang yang mengatakan bahwa penerapan daftar hadir (absensi) merupakan salah satu cara untuk mengajari tentang disiplin. Meskipun saya sebetulnya tidak peduli dengan kehadiran mahasiswa, saya sepakat dengan pendapat itu. Masalahnya banyak mahasiswa yang memang harus diajari tentang disiplin. Jangankan mahasiswa, yang sudah lulus pun sering tidak mengerti masalah disiplin.

Masalahnya adalah banyak orang yang tidak paham akan kemampuannya dan menganggap remeh masalah disiplin ini. Ada orang yang memang sudah memiliki disiplin – khususnya terhadap waktu – sehingga dia boleh jadi begadang (atau tidur pukul 3 pagi) dan jam 7 pagi sudah berada di kantor (atau tempat klien / bandara / pelabuhan / …). Atau mereka bisa bangun pas waktu shalat Subuh. Mereka sudah dapat mendisiplinkan dirinya. Nah, yang repot adalah ada yang merasa bisa melakukan hal itu (begadang main game, noton bola) dan ternyata pagi harinya ketinggalan transportasi, lewat waktu shalat Subuh,  atau tidak dapat bekerja dengan baik.

Anak-anak dahulu diajari disiplin di sekolah dasar dan bahkan terus sampai SMA. Di luar itu mereka juga mendapatkan disiplin dari kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka atau olah raga. Salah satu alasan saya mengapa saya masih rajin berolahraga yang kelompok adalah agar tetap menerapkan disiplin; datang tepat waktunya, berkordinasi, demikian pula ketika main juga disiplin. Shalat juga mengajarkan disiplin. Sementara sekarang anak-anak lebih “percaya” kepada games. Apakah ada games yang mengajarkan disiplin ya?

Jadi, mungkin ada benarnya juga mengharuskan hadir dan mengisi daftar hadir. Wah…