Lagi-lagi Soal Pengujian

Seharian ini urusan saya adalah menguji thesis mahasiswa. Salah satu hal yang saya temui berulang kali adalah mahasiswa belum paham yang namanya pengujian. Hampir selalu yang dilakukan mahasiswa adalah menjalankan aplikasi (sistem) yang dia buat sekali dan kemudian mengatakan bahwa itu jalan. Wah ini salah besar. Bahwa sesuatu itu jalan belum tentu dia jalan benar. Topik ini rasanya sudah pernah saya tulis, tapi nampaknya perlu saya tulis berulang kali🙂

Pengujian fungsional yang baik pada awalnya dilakukan dengan menggunakan data yang terkendali (controlled environment). Misalnya kita membuat aplikasi untuk menghitung jumlah kata dalam sebuah dokumen, maka kita buat beberapa dokumen dengan jumlah kata yang kita ketahui. Kita jalankan aplikasi ini beberapa kali dengan data yang sama dan kemudian dengan data yang berbeda. Ini untuk data yang normal. Kemudian kita coba lagi dengan data yang abnormal, misalnya dokumen tanpa kata atau dokumen dengan satu kata yang superpanjang. Begitulah seterusnya. (Baca lebih lanjut tentang regression.) Jadi pengujian itu tidak hanya satu kali jalan kemudian dikatakan berfungsi dengan baik🙂

Setelah yakin bahwa aplikasi berjalan dengan baik di lingkungan dan data yang terkendali, baru kita “lepas” aplikasi di lingkungan sesungguhnya. Di lingkungan ini kita uji juga. Pengujiannya juga mirip seperti sebelumnya tetapi ada banyak hal yang kadang di luar kendali kita. Ada dokument yang corrupt atau tidak sesuai dengan spek dan seterusnya. Begitulah.

Sebetulnya masih banyak hal lagi tentang pengujian fungsional tetapi yang utama seperti yang saya uraikan di atas. Nanti kalau kebanyakan uraiannya malah jadi tambah pusing. Hadoh.

Di luar pengujian fungsional masih ada pengujian kinerja dan security. Ini topik pembahasan lain kali saja ya. Sekarang kita fokus kepada aspek fungsional dulu.

Untuk hasil penelitian yang bentuknya bukan sesuatu yang dapat dijalankan (executable), seperti misalnya yang masih dalam bentuk rancangan (atau bahkan requirement) tetap harus diuji, tetapi caranya tentunya lain lagi. Demikian pula yang hasil penelitiannya berbentuk kebijakan atau pedoman harus juga diuji. Nah, bagaimana mengujinya?

 

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

16 responses to “Lagi-lagi Soal Pengujian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: