Tergesa-gesa Membaca

Di jaman sekarang ini nampaknya kebanyakan orang tergesa-gesa. Makan, ada fastfood. Sekolah, beli gelar. Blog, baca yang singkat-singkat seperti blog ini. he he he. Membaca pun tergesa-gesa sehingga sering kali  salah mengerti apa yang dibacanya. Saya ambil satu contoh yang sedang populer saat ini.

Baru-baru ini ada komentar yang bertanya kepada bu Ani Yudhoyono tentang perangkat kameranya:

Ini kamera yang ibu pakai buat foto di instagram, punya pribadi atau puny (punya) Negara bu?

Kemudian dijawab oleh bu Ani:

@adhityaanp pertanyaan anda agak keterlaluan, tapi akan saya jawab biar gamblang. Yang dipakai oleh biro pers, kemungkinan punya Negara. Kalau yang dipakai saya tentu milik pribadi. Ingat jauh sebelum jadi ibu Negara, pada tahun 1976 saya mendapat hadiah perkawinan sebuah tustel dari ortu (orang tua). Paham?

Tulisan bu Ani dibaca orang dengan tergesa-gesa. Maka muncul kesan bahwa kamera SLR yang digunakan bu Ani adalah hadiah perkawinan tahun 1976. Maka mulailah muncul olok-olok lanjutan. Mosok tahun 1976 sudah ada SLR dan seterusnya. Padahal menurut saya orang-orang tidak cermat membaca tulisan bu Ani. Saya bukannya membela bu Ani, tapi cobalah baca sekali lagi. Jangan tergesa-gesa. Bagaimana? Sudah?

Bu Ani mengatakan bahwa tahun 1976 sudah mendapatkan hadiah kamera. Tentu saja bukan yang SLR dipakai sekarang ini. (Di mana dikatakan kamera yang sekarang ini yang merupakan kado tahun 1976?) Tersirat di sana bahwa bu Ani sudah lama menggunakan kamera dan bukan anak kemarin sore. Punya kamera sendiri juga sudah biasa. Layaklah kalau sekarang menggunakan kamera. Bahkan lebih dari sekedar layak.

Menurut saya, jika bu Ani memang sudah rajin memotret sejak 1976 maka memang tidak pantas untuk diejek-ejek. Lagi pula untuk beli kamera seperti yang digunakannya pastilah mampu. Mosok yang kayak gini perlu ditanyakan. (BTW, menurut saya sebaiknya bu Ani tidak usah menjawab pertanyaan yang seperti ini. Itulah sebabnya kebijakan saya adalah untuk tidak membalas komentar. hi hi hi.)

Tentang kata “Paham?” di akhir komentarnya itu nampaknya sekarang menjadi masuk akal karena banyak orang yang tidak dapat membaca apa yang ditulis. Tidak paham. Mungkin tergesa-gesa membacanya.

Paham?

Iklan

15 pemikiran pada “Tergesa-gesa Membaca

  1. Tapi kayaknya justru Bu Ani deh yg gk paham pertanyaannya tdi, kan yg ditanyain kan kamera SLR,knpa malah crita kamera yg dulu (kado perkawinan)
    makanya bnyak yg gk paham. Hehe

  2. Coba dijawab dengan santai seperti,

    “Kamera saya dong, emang situ mau beliin..hehe”

    “Bapak yang beliin, katanya buat hadiah ulang tahun, untuk istrinya yang cantik…hehe”

    “Ini kamera beli sendiri lah…kamera sudah dua tahun lalu belinya, kalau lensanya sudah koleksi sejak 10 tahun yang lalu.”

    Kalau jawabannya santai, pasti tidak akan berpanjang lebar.

  3. tuh kan. sudah dituliskan gini juga masih belum jelas juga. he he he. mungkin bisa *DIBACA LAGI* jawaban bu Ani. di situ kan sudah ada jawabannya. (apa perlu dibuat tebal jawabannya? he he he(

  4. Alkhamdulilah saya membaca dengan tidak tergesa – gesa dan paham bahwasanya bu ani memakai kamera sejak zama dulu, jadi tidak aneh dan tidak patas jika ada orang yang mengejek bu ani memakai kamera. hehe Kurang lebih seperti itu yang saya pahami. Salam sukses selalu pak.

  5. Pak budi salam kenal, ada benarnya apa yang bapak sampaikan dalam artikel ini, dalam hal ini jangan sampai kita mudah menilai dan memvonis orang lain, karena kelalaian kita dalam membaca dan mendengar ucapan orang lain… sangat bermanfaat pak.. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s