Tidak Bertanya Artinya Tidak Mengerti

Biasanya orang bertanya karena tidak mengerti. Saya sekarang justru berpendapat bahwa orang yang tidak bertanya sebetulnya justru yang tidak mengerti. Mereka tidak bertanya karena tidak mengerti sehingga tidak tahu apa yang akan ditanyakan. Itu dia. Benar tidak ya logika saya ini?

Ada perbedaan antara mengajar anak-anak Indonesia (dan mungkin Asia secara umum) dengan mengajar anak-anak di luar negeri (notabene North American). Di sana, yang tidak mengerti akan bertanya. Pengajarpun tidak merasa aneh jika ada yang bertanya. Biasa-biasa saja. Di Indonesia, pengajar merasa terintimidasi jika ditanya. Aneh juga. Siswa pun tidak bertanya meskipun mereka tidak mengerti. Ini yang membuat saya berpikiran bahwa tidak bertanya bukan berarti sudah mengerti, tetapi justru karena tidak mengerti. Paham?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

8 responses to “Tidak Bertanya Artinya Tidak Mengerti

  • Muhammad Bakri

    Betul pak, saya setuju dengan pendapat bapak. Biasanya tidak bertanya karena tidak mengerti. Kalau bertanya berarti ingin memastikan yang pernah dibaca sudah betul dipahami atau belum.

  • buzzerbeezz

    Dulu waktu sekolah saya juga gitu ihh.. *jadi malu*

  • Jacobian

    benar banget hal ini.bagi yg tidak bertanya berarti pikirannya banyak menghayal gt.

  • lazione budy

    ga semuanya kali, diam bisa berarti fokus dan paham

  • Firman Hidayat

    Kalau yang diajarkan sedikitpun tidak ada yang dimengerti, saya tidak akan bertanya. Lha wong nggak tau apa yang mau ditanyakan. Kalau gak ngerti sama sekali gak segan-segan saya bilang: “Nggak ngerti”. Biasanya ini efektif memancing si pengajar mengulangi penjelasannya dengan cara yang lain. Kalau cuman mengerti sebagian dan ingin mengerti bagian lainnya, baru saya nanya.

  • Yusuf

    Bisa jadi, tapi bisa juga karena sungkan, malu, takut dianggap telmi sama yg lain, dll

  • kardjotani

    (cmiiw) saya jika mengajar anak-anak Indonesia biasanya memakai metode flash back. jadi saya tunjukkan dulu obyek yg ingin saya ajarkan, baru saya tunjukkans step-stepnya. biasanya jika ada dari mereka yg kemudian bertanya, itu karena mereka memang ingin tahu dan memahaminya.

    contoh: “…saya ingin tunjukkan cara membuat bungkus kemasan karton, nanti hasilnya akan seperti ini (menujukkan gambar hasil), caranya adalah, gunting karton dengan bentuk kotak..bla..bla..bla…”

    sebelumnya dulu saya mungkin hanya menyuruh mereka, “..guntinglah karton dengan bentuk kotak, lalu ambil lem, lau…bla..bla..bla…”

    Jika cara ngajar seperti ini mereka melakukan instruksi tapi tidak tahu tujuan menggunting bentuk kotak buat apa. Jadinya mereka ya gak bertanya apa-apa karena memang tidak tau apa yg akan ditanyakan.. setelah selesai semua baru bilang, ‘ooo bikin kemasan tho.’

  • iscab.saptocondro

    Biasanya kalau saya tidak mengerti, saya tidak tahu mau nanya apa.
    Kalau saya sedikit mengerti, saya tahu mau nanya bagian mana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: