Kekuatan Berita Positif

Dalam diskusi tentang media sosial beberapa hari yang lalu, ada yang berkomentar bahwa media Indonesia sekarang terlalu banyak menampilkan berita yang negatif. Aha. Saya setuju berat. Itulah sebabnya saya tidak membaca surat kabar Indonesia. hi hi hi. Sekarang kami hanya berlangganan Pikiran Rakyat (PR). Itupun karena dulu berhenti berlangganan semua surat kabar tapi entah kenapa kok PR tetap datang. Ah biarlah. Biar mendukung surat kabar lokal saja. Tapi tidak saya baca. Kadang hanya saya lirik headlinenya kalau ada gambar Persib saja. he he he.

Saya pun sudah jaraaaanggg sekali melihat siaran TV Indonesia. Saya berlangganan Indovision dan menonton acara BBC Knowledge, National Geographic Channel, History, dan sejenisnya. Alasannya sederhana, TV Indonesia isinya negatif melulu. Bahkan dibandingkan Channel News Asia, yang merupakan saluran berita Singapura saja, isinya jauh berbeda. Yang ini isinya kebanyakan positif.

Lantas apa yang dapat kita perbuat? Mengeluh itu merupakan salah satu cara. Cara lain adalah membuat perubahan. Itulah sebabnya tulisan di blog saya (inginnya) selalu bernuansa positif. Berbeda dengan mainstream Indonesia yang negatif. Dan saya kira ini yang menyebabkan blog saya ini banyak pengunjung. Setelah didera banyak cerita negatif, kita lelah. Kita ingin membutuhkan yang positif-positif. Maka dari itu, saya menganjurkan banyak orang untuk menulis berita atau cerita yang positif. Untuk menyemangati kita dalam kehidupan ini.

Positif +

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

5 responses to “Kekuatan Berita Positif

  • bocah petualang

    Wah sepertinya pertamax lagi di tulisan Pak Budi.
    Ngomong-ngomong sepertinya dulu Pak Budi sudah pernah membahas topik yg hampir sama dng isi artikel ini. Kalau tidak salah, waktu itu Pak Budi sedang mencari blog/portal yg berisi berita yg positif tentang Indonesia.

  • contoh surat

    benar Pak Budi
    Positif emang lebih baik

  • sischa maulana

    Bener banget Pak, saya setuju klo media kita harus lebih banyak memberikan informasi positif. Namun timbul lagi pertanyaan Pak, apakah sesuatu yang kita anggap “positif” dan “baik” itu “positif” dan “baik” juga buat masyarakat Pak? Mungkin yang kita anggap positif terkesan “nerd” bagi sebagian orang. Discovery Channel, dll bagi masyarakat kita masih belum menjadi kebutuhan informasi baru, semua itu tergantung masyarakat juga si kalo menurut saya. Mungkin dari sisi media mau banget tuh buat ngasih info positif, tapi kalo client/masyarakat belum menjadikan itu sebagai kebutuhan, nanti jadinya media gak survive dong pak bisnisnya.. (Lagi2 soal background pendidikan si akarnya).. Sorry terlalu panjang, tapi saya suka nih postingan ini, dilemma juga kadang sbgai pembaca. Thanks Pak😀

  • heriadhinugraha

    Waduh, kalau nanti sudah banyak berita positif, cerita-cerita negatif jadi dirindukan lagi, Pak.😀

  • Ujang Sundana

    Sepertinya yg disampaikan disini benar. Setuju dengan menulis berita atau cerita positif. Untuk ini saya hanya punya media blog saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: