Tag

, , ,

Melihat tampilan di media sosial seperti Facebook, saya melihat sebuah pola; kebanyakan orang menampilkan tulisan dari media lain (seperti Detik, Kompasiana, YouTube, dan lain-lan) dan kemudian memberi komentar. Ternyata kebisaan kebanyakan orang Indonesia adalah membuat komentar. Ini cukup memprihatinkan. (Ya, terpaksa saya menggunakan kata itu juga.) Komentar biasanya berukuran pendek, satu kalimat atau bahkan hanya beberapa kata saja.

Ini menunjukkan kurangnya kemampuan kita – orang Indonesia – untuk menulis dalam ukuran yang lebih panjang. Atau kalau mau kita generalisir, kemampuan analisis kita ternyata masih minim. Eh, jangan-jangan kita memang tidak mampu menulis. Maka dari itu kita harus banyak belajar dan berlatih untuk melakukan analisis dan menulis. Jika tidak, maka kita memang hanya jagoan komentar saja. Sayangnya di sekolah-sekolah, yang diajarkan adalah kemampuan menjawab pertanyaan, bukan melakukan analisis, sintesa, dan menulis. Bahkan untuk sekedar mengkhayal dan menuliskannyapun kita tidak mampu. Hadoh!