Tag

, ,

Minggu lalu, dalam sebuah diskusi tentang media sosial, salah seorang peserta mengemukakan pendapatnya bahwa media sekarang memotret banjir dari sudut yang salah. Berita yang disampaikan berkesan bahwa banjir merupakan musibah yang terjadi karena bencana alam. Padahal banjir itu disebabkan oleh ulah manusia sendiri. Self inflicted.

Gempa bumi atau gunung meletus dapat dikatakan bencana alam karena di luar kendali kita. Apapun yang kita lakukan, sulit untuk membendung itu. Banjir lain ceritanya. Banyak banjir yang disebabkan oleh manusia; buang sampah sembarangan, membangun di tempat-tempat yang seharusnya menjadi tempat resapan air, dan … bodohnya manusia tinggal di tempat yang sudah tahu akan bakal ada banyak aliran air (banjir). Ngotot pula tinggal di tempat itu. Bayangkan kalau di hutan – yang tidak ditinggali oleh manusia – dan musim hujan datang. Air mengalir deras menjadi sungai atau “menetap” seperti rawa atau danau. Kita tidak menyebutnya banjir, bukan? hi hi hi.

Banjir adalah perseteruan antara manusia dan alam. Sementara ini nampaknya alam yang menang. Alam (1) – Manusia (0).