Berkreasi Atau Mati

Create, or die!

Baru saja saya membaca keluhan mas Yockie di twitternya (@jsop) yang pada dasarnya mempertanyakan di mana para ulama, seniman, pendidik? Saat ini semuanya hanya menjadi perantara, yang dalam bahasa saya adalah calo. Kita kekurangan orang yang berkreasi sesuai dengan bidangnya. Para seniman tidak menghasilkan karya yang menyuarakan kondisi masyarakat yang ada. Mereka sibuk dengan dirinya sendiri; “aku cinta aku”. Mengapa demikian ya?

jsop: @rahard daya cipta macet karena sengaja atau tidak dibuat macet, hasil pendidikan tak lagi berguna bagi masyararatknya sendiri> semua salesman

Mengerikan ya?

Dalam berbagai presentasi yang saya berikan, saya menunjukkan cara berkarya yang sangat mudah dengan menulis di blog. Saya tidak berhasil membujuk orang-orang untuk sekedar berkarya menulis. Terus mereka berharap langsung bisa jadi orang yang produktif begitu? Terus mereka berharap ada sesuatu (produk) yang dapat mereka konsumsi?

Semua harus dimulai dari yang kecil tetapi rutin. Kecil tidak masalah. “Rutin” yang masalah. Nah sudah tahu masalahnya, bukan?

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

12 responses to “Berkreasi Atau Mati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: