Bandung dan Sampah

Topik yang sedang (sangat) hangat kali ini adalah kritikan tentang Bandung dan sampah. Orang Bandung suka buang sampah sembarangan dan tidak merasa terusik dengan keberadaan sampah itu. Saking kesalnya yang mengritik, sampai orang Bandung disebut sama seperti babi. Maka marahlah beberapa orang Bandung.

Saya sih hanya senyum-senyum sambil bersiul-siul. Du du du du du … Sudah lama ini menjadi sebuah topik yang mengesalkan bagi saya juga. (Hanya saya mungkin lebih sabar dan tidak menyamakan orang dengan babi. hi hi hi.) Dulu pun saya sempat menuliskan hal ini. Sekarang perlu diangkat lagi.

Ya, memang harus diakui bahwa Bandung punya masalah dengan sampah. Dan itu juga merupakan salah satu fokus dari walikota kita kali ini, pak Ridwan Kamil. Sudah ada upaya-upaya yang dilakukan oleh pemkot. Salah satunya – yang saya sukai – adalah adanya *banyak* tempat sampah (desain baru) di jalan-jalan. (Foto ada tapi saya belum sempat upload.) Namun upaya-upaya ini harus dibarengi dengan tindakan dari masyarakatnya sendiri. Kalau suka buang sampah sembarangan, ya keberhasilan dari program pemkot itu juga kurang maksimal atau bahkan gagal.

(Saya sudah pernah cerita ini, tetapi saya ulangi lagi ya.) Suatu saat saya bertanya kepada anak-anak SD yang sedang bermain di pinggir jalan sambil makan jajanan, “kalau buang sampah di mana?” Jawabannya adalah “di selokan”. Waduh. Itulah yang diajarkan kepada mereka. Itu juga yang dilihat dan dicontohkan kepada mereka.

Sudah waktunya kita berubah. Sudah saatnya kita tidak membuang sampah sembarangan. Sudah saatnya kita mau dan berani menegur orang yang membuang sampah sembarangan.

Iklan

15 pemikiran pada “Bandung dan Sampah

  1. Mungkin menjaga kebersihan memang harus mulai di ajarkan sejak dini ,, dan yang penting berawal dari diri sendiri & mulai dari hal yang paling kecil sekalipun agar anak” pun mengerti betapa penting nya menjaga kebersihan ,,

  2. Selain mengadakan tong atau tempat sampah, hendaknya ada website kota Bandung yang tranparan menunjukkan jadwal pengambilan sampah. Jadi ketika ada warga negara yang baik telah membuang sampah pada tempatnya, mereka tidak kecewa karena sampahnya tidak terangkut.

    Jadi ketika sampah tidak terangkut, warga negara bisa mengadu dan bertanya kenapa pada tanggal sekian-sekian, tukang sampah resmi tidak mengangkut sampah.

  3. Permasalahan sampah semua sama di kota kota besar, termasuk jakarta yang lebih parah ๐Ÿ˜€
    Kalau TPA udah gak muat lagi kira kira mo di buang kemana lagi sampah hehehe ๐Ÿ™‚
    Lagian sekarang ambil contoh di lingkungan tempat tinggal, untuk buang sampah harus bayar tiap bulan . memang sih perbulan tidak mahal . Yang mahal bilamana sampah yang di buang terlalu banyak, tentunya harus membayar uang lebih ke tukang sampah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s