Menarik dan Mengikat Perhatian

Sering saya berada pada sebuah presentasi – seminar, sidang mahasiswa, kuliah, rapat, dan sejenisnya – yang isinya bagus tapi penyampaiannya kurang menarik. Saya lihat sang pembicara kehilangan perhatian dari para pendengarnya. Ingin rasanya berteriak dan mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh sang pembicara ini penting, tetapi situasi tidak memungkinkan. Sang pembicara salah karena tidak dapat menarik dan mengikat perhatian pendengar. Di sisi lain, pendengar hanya memiliki rentang waktu perhatian yang sangat singkat. Salahkah mereka?

Kesulitan menarik dan mengikat perhatian juga terjadi pada buku, film, acara tv,  musik, dan juga blog. Ada banyak buku yang topiknya sangat penting dan menarik tetapi disampaikan dengan cara yang tidak menarik. Baru baca beberapa halaman sudah bosan. Akhirnya buku disimpan di rak saja. Blog pun demikian. Baru baca beberapa kalimat, langsung ditinggalkan ke situs lainnya.

Lantas bagaimana cara menarik perhatian pendengar, pemirsa, dan pembaca? Setelah itu, bagaimana pula untuk mengikat perhatian mereka? Jawabannya adalah saya tidak punya. ha ha ha. Lah, sayapun sedang belajar. Sebetulnya ada beberapa hal yang saya duga dapat digunakan, tetapi ini belum saya buktikan. Namanya juga dugaan.

Pemilihan kata-kata merupakan satu hal yang saya duga sangat penting. Namun sayapun sering kesulitan untuk mencari kata-kata yang pas. Diksi saya terbatas. Saya sering terkagum-kagum melihat kepandaian orang dalam merangkai kata-kata. Luar biasa. Dari mana mereka mendapatkan inspirasi seperti itu? Kreatif sekali.

Karena saya tidak memiliki kemampuan merangkai kata-kata yang indah, maka saya ambil pendekatan dengan kejujuran. Saya mengungkapkan apa adanya saja. Namun yang saya ungkapkan bukanlah data atau fakta saja tetapi dengan emosi. Yang saya maksud dengan emosi ini bukan marah-marah, sebagaimana kebanyakan orang Indonesia. he he he. Maksud saya mungkin lebih tepatnya adalah “emotion”, “feeling”, atau apa ya? Rasa? Nah, ini merupakan salah satu contoh kesulitan saya (dalam mencari kata yang pas) dan cara saya menyelesaikannya (dengan menceritakan apa adanya, kejujuran). Pendekatan kejujuran dan rasa ini cocok untuk saya. Banyak orang yang mendengarkan ketika saya bicara.

Dugaan saya lagi adalah cara yang digunakan oleh setiap orang boleh jadi berbeda. Cara saya belum tentu cocok untuk Anda. Anda harus mencari cara yang pas. Sementara itu, saya masih harus terus belajar merangkai kata-kata.

Iklan

18 pemikiran pada “Menarik dan Mengikat Perhatian

  1. ‘Karena saya tidak memiliki kemampuan merangkai kata-kata yang indah, maka saya ambil pendekatan dengan kejujuran. Saya mengungkapkan apa adanya saja. ‘. setuju banget pak dos,,,saya juga masih memilih jalan itu ketika ngeblog, hehehe

  2. Untuk berbicara empat mata dengan kawan atau dengan sahabat, saya bisa sedikit ‘mengikat perhatian’ atau mengeluarkan ‘rasa’ dalam mengungkapkan apa yang ada dalam hati saya. Namun, kalau dalam tulisan, kok, rasanya, susah banget ya pak.
    contohnya: komentar saya terhadap tulisan ini. sebenarnya banyak yang ingin saya ungkapkan dalam komentar ini, tapi ‘apa yang ingin saya ungkapkan’ serasa lesap, hilang bagai asap, apa yang hendak saya tulis.
    Mohon petunjuk…

  3. Kalo tulisan si Bapak, Mah, enak gitu. Runtut, urut. Hehehe. :-). Saya baru tau blog ini dan membaca postingan Bapak, baru nyampe di bulan September 2010.

    Udah banyak banget, hahaha.

  4. Harus banyak belajar ke Bapak nih, sepertinya. Namun, pekerjaan saya bukanlah pekerjaan yang mengharuskan saya banyak berinteraksi ke audience atau khalayak ramai… :mrgreen:

    Tapi kalau konteksnya untuk communication skill, saya setuju dengan pendapat Bapak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s