Tag

, ,

Baru-baru ini ada mahasiswa yang datang ke saya. Mau konsultasi tentang masalah thesisnya. Saya persilahkan datang. Maka datanglah sang mahasiswa. Singkat katanya sang mahasiswa mengalami banyak permasalahan dengan thesisnya, teknis dan non-teknis. Waktu sudah banyak terbuang dan dia mau menyerah. Bahkan punya ide untuk pindah thesis ke saya, yang mana bagi saya ini malah jadi masalah baru karena ini akan memulai yang baru. Bakalan lama lagi.

Saran saya kepada yang bersangkutan adalah untuk tetap melanjutkan thesisnya saja. Tetap maju. Kalau kata orang Barat, “bit the bullet and keep on walking”. Tinggal sedikit lagi saja. Kalau perlu harus menggelandang di kampus, menggelandanglah. Begitu. Dan sang mahasiswa menurut. Singkat ceritanya, yang bersangkutan lulus.

Ada cerita yang mirip juga, tetapi waktu itu mahasiswanya merasa tidak ada value untuk meneruskan kuliahnya. Saya bujuk untuk tetap meneruskanlah. Tinggal 6  bulan lagi. Tetapi yang bersangkutan memilih untuk men-dropout-kan dirinya. Sayang sekali, meskipun mungkin ini sudah menjadi jalan hidupnya. Dia merasa yakin tidak perlu lulus dari perguruan tinggipun dia bisa tetap sukses. Ada benarnya juga. Semoga sukses!

Dalam olah raga juga demikian. Saya temui beberapa kejadian yang mana dalam pertandingan pemain-pemainnya sudah menyerah untuk berjuang padahal waktu belum habis. Apalagi kalau posisi tim sedang kalah. Semakin tidak bersemangatlah para pemain tersebut.  Saya pribadi untuk hal seperti ini berusaha untuk tetap semangat. It ain’t over until the fat lady sings. Begitulah peribahasanya.

Mari kita coret kata menyerah dalam kamus kita.