Hilangnya Pemersatu Bangsa

Sekelompok orang bersama-sama dalam situasi yang sulit dapat bersatu untuk mengatasi masalah tersebut. Bahkan musuh bersama (common enemy) dapat dijadikan alat atau alasan pemersatu. Dahulu bangsa kita bersama-sama karena berada dalam penjajahan. Dapat dimengerti para pahlawan kita mau mengorbankan apapun demi kemerdekaan Indonesia.

Nah, pertanyaannya sekarang adalah apa pemersatu bangsa Indonesia saat ini?

Saya kok bingung menjawab pertanyaan tersebut. Nampaknya kita kehilangan alasan untuk berjuang. Krisis ekonomi nasional? Tidak. Bahkan bencana alam yang dapat dijadikan masalah bersamapun tidak dapat mengumpulkan jiwa nasionalisme kita. Jadi apa yang merekatkan kita dalam suatu kesatuan negara Indonesia ini?

22 Comments

  1. Pemersatu biasanya identik kalau ada masalah besar. Duh jangan sampai deh. Tidak masalah tidak ada pemersatu (baca: tidak ada masalah besar). Masalah sehari-hari saja sudah rumit.

  2. kalo unsur kepercayaan itu pasti gan, namun itu hal yang sulit sekarang ini sangat mahal harganya…
    di saat perangpun kita belum tentu bersatu, malah mungkin dalam keadaan terdesak seperti itu keegoisan antar individu yang bakal terjadi…

    bingung gan, kalo ditanya spt itu. saya dikir kita perlu seorang individu yang dapat menjadi pemersatu, ibarat itik harus ada yang menggiring gan, cmiiw

    Creative Artwork selesai posting kumpulan koleksi website design gratis untuk referensi

  3. Ekonomi. Jika ada “Pahlawan” ekonomi yang mengusulkan peningkatan taraf hidup atau level ekononi pribadi, kelompok dan nasional. Mungkin bisa menjadi alat pemersatu bangsa. Sekarang semua orang ingin sejahtera.

  4. jangan donk, mungkin negara ini hanya membutuhkan sebuah pemimpin, yang dapat di terima oleh semua kalangan masyarakat..
    biar dapat di tertibkan, dan di satukan..

  5. karena sekarang kita tidak mempunyai musuh bersama, akhirnya kita saling memusuhi sesama bangsa sendiri…

  6. Musuh bersam bisa jadi alat Pemersatu. Maka kenalilah “Musuh” kita.
    Dia sudah ada dihadapan. Dia masuk lewat Kecintaan pada materi,Ide,pemahaman yang tak sesuai dengan falsafah dan Budaya bangsa kita. Bahkan ada yang bilang dia masuk lewat 4 F, Fahion,Food,Film, and Fun!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s