Tag

, ,

Melihat beberapa video dari TED.com, saya terkagum-kagum dengan cara bercerita para pembicara di sana. Cara mereka bercerita (mendongeng) sunggu luar biasa. Menarik. Pertanyaan saya kemudian adalah, mengapa kita di Indonesia tidak banyak yang dapat bercerita seperti mereka? Padahal saya tadinya mengira bahwa di Indonesia ini ada banyak story tellers (pendongeng). Kan ada banyak dongeng di Indonesia. Semestinya banyak juga pendongengnya dong?

fajar yuliawanSaya menduga ada dua hal yang kita salah atau kurang. Pertama adalah kemampuan ini tidak kita ajarkan. Di sekolah-sekolah, anak-anak diuji dengan pertanyaan dalam bentuk pilihan berganda (multiple choice). Mereka tidak diberi kesempatan untuk bercerita. Soal ujian dalam bentuk essay sudah jarang digunakan. Mungkin ini dilakukan karena kemudahan memerika ujian seperti itu. Memang memeriksa soal essay lebih sulit, tetapi jika kita ingin Indonesia lebih baik semestinya itulah yang dilakukan.

Kedua, lingkungan. Lingkungan di kita harus memberi dukungan kepada cerita-cerita dan pendongeng yang baik. Saat ini yang terjadi adalah cerita jelek, buruk, kacangan yang digemari orang-orang. Lihatlah TV. Pendongeng yang baik menjadi tersisih. Seniman – in the true sense – terlihat menjadi manusia yang aneh. Mereka malah menjadi bukan mainstream. Ini juga salah kita. Seharusnya kita lebih banyak mendukung para pendongeng seniman ini.

Sudah miskin secara finansial, kita juga miskin kemampuan bercerita. Glodak …