Golput

Pemilu 2014 sudah di depan mata. Pilihan? Tidak ada yang cocok. Permasalahannya sebenarnya bukan sekedar tidak ada yang cocok tapi kita tidak yakin mereka dapat mewakili suara kita. Bahkan untuk “the lesser evil”, yang paling minimal jahatnyapun sudah berada di batas minimal kita. Jadi harus bagaimana?

Untuk kasus ini banyak yang menyarankan “golput” saja. Saya kok condong sepakat dengan saran ini meskipun banyak suara-suara yang menyarankan untuk jangan golput. Bahkan ada yang sampai mengatakan kalau golput itu haram. Haram dari mana? Memangnya golput itu babi? he he he.

Memangnya kalau tidak golput milih siapa? Milih partai Anda? he he he. No thanks. Maaf, tidak. Kita coblos semuanya saja.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

31 responses to “Golput

  • adib abadi

    saya juga baru menuliskan isu ini di blog saya, he-he
    golput menurut bacaan saya yang sedikit, tidak ada tuh yang namanya haram, golput adalah pilihan paling rasional sebelum datangnya sosok yang benar2 kita yakini bisa menjadi pemimpin negeri🙂
    Salam Saya Pak Rahard

  • Ucrit

    taun ini ane milih Joko Widodo pak…
    (kecuali wakilnya gak meyakinkan ane golput)

  • mr jahe

    Coba cari dulu nama dan latar belakang para caleg-nya pak. Disini:
    http://dct.kpu.go.id/

    Saya sih yakin ditengah orang jahat, pasti ada orang baik. Ditengah orang baik, pasti ada yang jahat. 100% baik dan jahat cuma nanti di Surga dan Neraka. Halah.

    Intinya sih, cari tahu dulu, baru melakukan klaim ini itu. Ngomong2, bapak di dapil apa ya? Pengen tahu caleg2 didaerah pak bud.

  • pangeranrambee

    Hmm. Saya ini termasuk pemilih pemula. Tadi di sekolah ada sosialisasi pemilih pemula, Pak. Tapi sayang, masih bingung juga. Kalo saya sih tetap milih yang ngasih saya duit, Pak. Minimal dia udah rela modal lebih dan biasanya yang ngasih duit itu kaya. Saya pikir juga lebih niat daripada yang kampanye garing.

  • masbrowww

    Golput kan juga pilihan

  • otidh

    Setuju pak, lebih baik coblos semua saja daripada golput, hehe.😀

  • hutingtom

    kalau saya harus memilih salah satunya, saya belum pernah nyoblos. maklum baru punya KTP.hehehehe hidup pemilu rakyat

  • sitirobiah

    memang sih pemilu sekarang membingungkan , tapi jangan goput juga , karna suara kita sangat berharga

  • jarwadi

    coblos semuanya saja. biar semua dapat bagian kita. hehe

  • Patrick Telnoni (@patricktelnoni)

    Wah akhirnya ada juga pemikiran yang sejalan pak. Syukurlah pak budi nulis tentang golput with strong reasoning. Hehhehe

  • tifosilinux

    awas saja ada *selentingan jokowi bakal jadi presiden.. hahahaha
    PR jakarta masih buaaanyak koq malah di isuin yg nggak2..
    dasar Indonesia, ..mblegedes

  • Adik

    Pemilu sudah menggunakan uang rakyat. Seberapa jelekpun calon yang ada, saran saya agar kita melaksanakan kewajiban kita yang sudah dibiayai tersebut. Bila tidak, kan sama saja dengan memubazirkan rencana yang sudah dibiayai alias biaya porsi anda sudah menjadi sia2 …

    Pilihlah yang terbaik dari yang terjelek dari yang ada menurut suatu hati. Maaf, saya pun tidak berani menyarankan apa2 tapi saya insya Allah akan datang ke bilik suara untuk memilih 1 dari yang ada ….

    Untul Golput saya rasa kita menjadi kurang bertanggung jawab ya? Bukannya haram atau halal karena ini masalah duniawi!

  • jayafida

    Memang ini juga tidak terlepas dari para wakil rakyat yang lupa akan janjinya begitu menduduki jabatan, rakyat sudah bosan dengan janji-janji manis sewaktu kampanye.
    intinya jangan salahkan orang yang memilih golput😀

  • Rahasia Cantik dan Ganteng Orang Asia

    gplut karena bingung akan pilihan.Gak nyoblos salah,nyoblos juga salah.Takut keliru menentukan pilihan akan pemimpin yang bisa adil n bijaksana.Indonesiaku oh negeriku…

  • miki

    iya tuh.. yg bilang haram = mengharam kan yg halal…
    sebenarnya saya setuju golput, itu juga suatu pilihan… tapi kalo dah orang2 syiah yg nyalonin.. mending milih aja deh.. dari pada negri ini jadi kayak suriah.. ngeri juga..

  • M. Iman Santoso

    kolo menurut saya sah-sah saja kita golput, asalkan kita memilih untuk golput, karena suatu pertimbangan yang matang. artinya tidak ada sosok yang pantas untuk dipilih. tapi kalau, golput kita karena ketidaaktahuan, atau rasa suudzon terhadap para kandidat, itu yang tidak baik. jadi kita harus bener-bener objektif dalam menilai calon yang ada…

  • Rico

    Pak Budi, mohon tidak mencoblos semua tanda gambar, itu sangat berbeda dengan golput.

    Pemilu menggunakan uang rakyat, uang kita semua, jumlahnya tidak sedikit, sangat banyak sekali. Oleh karena itu sungguh keterlaluan partai-partai yang ada (yang makan minum dari uang rakyat) memberikan pilihan calon wakil rakyat yang jelek sekali.

    Oleh karena itu kita sebagai rakyat harus protes, menyuarakan ketidaksetujuan kita pada sistem rekrutmen caleg yang sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai kebaikan yang bangsa ini percayai. Ini bukan soal partai A atau B, tapi semua partai wajib dan harus memberikan pilihan caleg yang baik, setidaknya menurut tata nilai bangsa ini atau setidaknya menurut akal sehat.

    Protes kita, kita wujudkan dengan tidak mendatangi TPS, alias golput. Golput berbeda sama sekali dengan mencoblos semua partai, sangat berbeda. Sebab bila jumlah angka golput meningkat akan memberi tekanan pada partai bahwa rakyat sudah muak dengan pilihan caleg, mudah-mudahan partai akan berubah di masa depan. Sebaliknya mencoblos semua tanda gambar hanya akan masuk pada surat suara tidak sah. Tidak ada efeknya pada partai.

    Sebagian orang mengatakan, pilih dong caleg yang balik. Sebagian mengatakan pasti ada orang baik diantara orang jelek. Sebagian lagi mengatakan, tidak memilih (golput) berarti tidak bertanggung jawab.
    Semua itu omong kosong. Memilih partai apapun yang mencalonkan preman, peselingkuh, pezinah, koruptor dll adalah tindakan SANGAT tidak bertanggung jawab pada bangsa ini

    Justru dengan golput akan memberikan tekanan pada partai untuk berubah. Selama sistem kepartaian kita tidak merubah perilakunya, orang sebaik malaikatpun tidak akan berguna. Baca semua berita ketika orang alim pun ikut korupsi di sistem negara dengan perilaku partai seperti sekarang.

    Kita golput, karena kita sangat cinta dan bertanggung jawab untuk merubah negara ini.

  • iscab.saptocondro

    Amerika Serikat dan Mesir punya angka golput sedikit di atas 50%. Sampai sekarang, kedua negara belum bubar.

  • Rico

    Sikap golput mempunyai alasan yang berbeda di setiap negara. Di negara maju, umumnya karena kesibukan. Di negara lain bisa jadi karena apatisme (ketidak percayaan pada partai politik/pemerintah), di lain negara karena tekanan/atau kekerasan (ingat pemilu terakhir di Thailand). Membandingkan jumlah golput di AS dan Mesir, jelas bukan apple to apple, meskipun dari angka kelihatan sama.

    Ada banyak studi tentang golput maupun sebaliknya angka voter turnout (partisipasi pemilu), nah studi-studi itu muncul oleh karena ada trend angka golput naik. Dari studi itulah diketahui penyebab kenapa dan akibat orang golput pada kualitas pemerintahan, dan bisa jadi sedikit banyak ikut membuat perubahan pada sistem budaya partai politik. Sekali lagi di setiap negara pasti berbeda-beda, meskipun angka golputnya sama.

    Sebaliknya kalau angka golput rendah, tidak akan ada yang merasa salah dengan partai dan sistem partai. Sebab tidak pernah muncul studi ilmiah, bahwa orang sudah bosan/muak dengan partai politik.

    Lebih jauh, bila orang datang ke TPS dan mencoblos semua tanda gambar, lebih parah lagi. Pemerintah akan berpikir bahwa perlu dana lebih besar lagi untuk “sosialisasi”, sebab banyak orang yang tidak bisa mencoblos tanda gambar dengan benar.

    Baik golput maupun memilih adalah sikap, keduanya sama baiknya bila mempunyai alasan dan dasar.

    Sekarang ini yang terjadi, partai politik ngotot tidak ada yang salah dengan mereka, meskipun fakta membuktikan wakil-wakil rakyat beberapa pemilu terakhir parah (rasanya tidak ada orang yang membantah hal ini). Partai tetap yakin dengan dasar tingkat partisipasi pemilu masih tinggi, artinya apa? artinya rakyat sebagian besar setuju dengan model dan sistem kepartaian sekarang ini. Tidak ada alternatif penjelasan lain.

    Yang harus kita pisahkan adalah sikap ngotot karena hal personal. Kita yakin suatu partai baik, hanya karena kita kenal personal atau bersaudara dengan beberapa orang di dalamnya. Bahkan meskipun sudah di vonis sebagai koruptor pun kita masih yakin orang partai tersebut pada dasarnya orang baik. Betul ya?😛. Sekalian kita tanya, kok bisa ya kita dulu di jajah ratusan tahun, padahal dijajah itu jelas tidak enak? Jawabannya sederhana, sebab penjajah itu adalah orang yang pada dasarnya baik! Diskusi selesai.

  • hashbang

    Dari sejak beberapa waktu (2011) mengamati berbagai portal berita online, ada kecenderungan masayarakat kelas menengah-atas disuguhi/dispam berita-berita buruk tentang politik untuk menciptakan apatism. Karena masyarakat kelas menengah bawah yg merupakan mayoritas lebih mudah dikendalikan, menjadi penentu juga masih ‘jujur’ memilih yg bayar. Para mengusaha melalui media massa membangunlah sosok populer yg haus akan dahaga pemimpin yg sederhana dan merakyat. Kita lihat saja tahun 2016 bagaimana trend nya. peace ah, hehe :p

  • cerita

    saya juga cenderung golput kang, takutnya kita milih mereka, merekanya korupsi, kitanya kecripatan dosanya juga hahaha

  • Nur Kholik

    Reblogged this on The Official Website Of Nur Kholik and commented:
    nasib bangsa semakin diragukan kalau masih mementingkan partainya

  • Obat nyeri sendi

    jauhi golput

  • iscab.saptocondro

    Menurut survei Desember 2013, angka golput di Indonesia sekitar 10%. Jadi golput Indonesia itu minoritas. Bukan masalah besar.

    Amerika Serikat dan Mesir punya golput di atas 50%, negara tetap jalan. Ada Pemerintahan. Hingga kini belum bubar.

    Tahun 2009, diperkirakan golput 20% di Indonesia. Golput juga minoritas. Tapi ada yang bilang negara Indonesia itu Republik Autopilot, serasa tidak ada negara.

    Jadi seberapa besar persentase golput, selama negara masih ada untuk rakyatnya, itu bukan masalah.

  • mr jahe

    Salah akun Twitter jurnalis Tempo memberitahukan bakal mempublikasikan daftar caleg baru yang layak untuk dicoblos. Bagus nih buat dibaca sebelum memutuskan untuk Golput. Siapa tahu salah satu caleg-nya ada di dapil tempat nyoblos.

  • mr jahe

    Daftar caleg bersih versi ICW kayaknya (kalo liat pemilik domain):
    http://bersih2014.net/id/content/daftar-caleg-bersih-2014-serta-cv

  • Tri Wahyudi

    Ibarat orang beli barang gak selamanya barang setelah di pake bagus hasilnya . Kalau gak di beli dan di coba mana tau kualitasnya , sama halnya dengan pemilihan umum nanti, kalau GOLPUT di prioritaskan, bagaimana bisa tahu hasilnya nanti di kemudian hari negara kita menjadi lebih baik atau tidak😀 .
    Kalau misal kita juga memilih nanti pemimpinnya siapa, hasil akhir ke depannya menjadi jelek dan banyak pemimpin gak amanah dengan rakyat, toh balasannya di akhirat nanti, betul tidak😀

  • beruangbuku

    Saya pilih golput. Dibalik golput ada sebuah suara “Saya gak puas dengan legislatif / presidensial, gak puas terhadap personal dan sistemik”. Malah dzolim ketika “barang jelek tetep dibeli”. Sehingga penjualnya akan merasa barang dagangannya tetap berkualitas, karena merasa ‘dibeli’. Wal hasil gak mau instropeksi diri.

    https://beruangbuku.wordpress.com/2014/03/21/ya-saya-golput/

  • wadi

    GOLPUT …mubah hukum nya ..terserah kita …mau ga mau ..itu trgantung diri kita sendiri ga ad dalil ny ..haram …orang bodoh yg blng haram ..aku sndri aj bru tau …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: