Mengalah Itu Bukan Kalah

Salah satu penyebab kemacetan di jalan adalah adanya orang-orang yang tidak mau mengalah. Mereka merasa harus duluan. Akibatnya jalan menjadi terkunci karena tidak ada yang mau mengalah, memberikan jalan. Padahal seringkali dengan kita memberikan jalan maka terjadi pergerakan dan kemacetan pun terhindari atau berkurang.

Dalam diskusi, di media sosial misalnya, banyak orang yang tidak mau mengalah. Pendapatnya harus “menang”. (Whatever definition of winning is.) Dia harus menunjukkan kepada dunia bahwa dia tidak kalah. Padahal kalau kita sudah mengemukakan ide atau argumentasi kita itu sudah cukup. Para pembaca (audience) dapat mengerti. Mereka tidak bodoh.

Mengalah itu bukan kalah. Kalaupun kalah, memangnya kenapa?

Iklan

9 pemikiran pada “Mengalah Itu Bukan Kalah

  1. salah satu penyebab sikap buruk dalam berkendara adalah karena banyak orang terburu-buru. budaya berangkat dalam waktu yang mepet adalah penyakit masyarakat. ini membuat orang bersikap seperti ini di jalanan: tidak mau mengalah, oprtunis, emosional dan bertindak membahayakan dirinya maupun orang lain (overspeed+sembrono), dll…

  2. Saya suka kalimat ini, “Kalaupun kalah, memangnya kenapa?”
    Seringkali kalimat ini yg harus kita tanyakan pada diri sendiri ya, ketika gengsi mulai menguasai diri, bener begitu ya Pak? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s