Aplikasi Buatan Indonesia

Baru saja saya membaca berita ini, “Facebook dkk. Sedot Rp 19 triliun dari Indonesia“. Dikatakan bahwa Indonesia seharusnya membuat aplikasi seperti facebook dan kawan-kawan itu. Apakah jika sudah memiliki aplikasi buatan sendiri maka pengguna Facebook, Twitter, akan turun? Jawabannya adalah TIDAK.

Saat ini sudah banyak aplikasi serupa. Lihat saja Zohib yang punya aplikasi percobaan mirip – bahkan terlalu mirip – dengan facebook dan twitter. Penggunanya? Tidak banyak. Mengapa demikian? Ada banyak alasan. Contoh lain yang buatan Indonesia juga adalah Mindtalk. Yang ini penggunanya sudah lumayan banyak.

Pertama, sudah terlalu banyak teman dan keluarga kita di Facebook. Tidak mudah pindah dari sebuah layanan ke layanan lain. Namanya juga media sosial. Aspek sosialnya yang kental. Di mana yang lebih banyak kerumunannya maka di situlah orang semakin tertarik untuk bergabung.

Mendapatkan pengguna juga tidak mudah. Biaya marketing untuk mendapatkan pengguna itu tidak mudah. Apalagi kalau diinginkan pengguna yang menetap (sticky), bukan yang hanya sekedar daftar kemudian tidak pernah berkunjung lagi. Inilah sebabnya WhatsApp dibeli mahal, karena jumlah penggunanya banyak.

Kedua, orang Indonesia kelihatannya lebih menyukai buatan luar negeri daripada buatan Indonesia sendiri. Padahal ada banyak produk dan layanan yang buatan Indonesia jauh lebih baik kualitasnya. Mungkin kalau buatan Indonesia kurang keren ya? Ayo cintai buatan Indonesia. Yang ini masih merupakan pekerjaan rumah kita bersama.

Ketiga, penyedia layanan Indonesia sering kurang baik dalam melayani pelanggannya. Lambat, kurang responsif, defensif, dan hal-hal yang negatif lainnya. Padahal semestinya kita dapat memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggan kita sendiri.

Jadi bagaimana? Masih mau pakai buatan Indonesia? Atau apakah memang perlu menggunakan buatan Indonesia? Atau mungkin kita tidak peduli? Selama kita bisa bayar, biarin saja. Mau buatan Indonesia atau luar negeri kek. Kan saya yang bayar. Hadoh.

Iklan

20 pemikiran pada “Aplikasi Buatan Indonesia

  1. “Mungkin kalau buatan Indonesia kurang keren ya? Ayo cintai buatan Indonesia.”
    Lho, cinta itu muncul ketika awalnya ada rasa tertarik mas. Setelah adanya ketertarikan, dibutuhkan sebuah daya untuk terus membuat ketertarikan itu tidak melemah seiring berjalannya waktu. Cinta itu gak bisa dipaksa. #kokjadiberasacurcol

  2. setuju mengenai biaya marketing yang tidak mudah pak 🙂 sepengalaman saya menjalankan beberapa bisnis dulu, saya sering kalah di biaya marketing yang nilainya bisa mencapai 600% dari biaya untuk produk atau layanannya sendiri 🙂

  3. Susah gan kayanya klo org Indonesia menggunakan produk lokal..
    Kebanyakan mereka bangga dengan buatan luar, maka dari itu mulai sekarang kita harus tanamkan rasa bangga terhadap produk lokal gan..

  4. Bagaimana dengan friendster, Pak? Kan dulu juga sudah banyak teman di friendster, tapi orang-orang berbondong-bondong pindah ke facebook? Mungkin karena facebook datang di waktu yang, err, pas?

  5. “Aku cinta, Anda cinta, semua cinta buatan Indonesia…”. Ingat lagu pembuka film Indonesia di TVRI puluhan tahun yang lalu? Saya ingat! Dan lupa untuk beberapa waktu, dan sekarang Anda, Budi Raharjo mengingatkan saya kembali. Terimakasih. Tapi ngomong-ngomong Facebook sudah buka kantor loh di Jakarta.

  6. kemungkinan yang paling besar jika ada aplikasi indonesia dikarenakan tampilan dan fasilitas menu kemudian paling penting pemasaran yang dilakukan … jadi banyak yang gak tahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s