Ketika Spek Komputer Tidak Ditemukan

Penjaga toko komputer: Mau cari apa, pak?

Saya: Notebook, prosesor i5, RAM 4 GB. (Dalam hati saya berpikir bahwa spesifikasi komputer seperti ini semestinya mudah tersedia. Sebetulnya kebutuhannya sih prosesor i7 atau Xeon, memory minimal 8 GB dan desktop.)

Penjaga: Adanya netbook dengan prosesor Atom dan memori 256 MB, pak. Mau?

Saya: Wah nggak cukup itu.

Penjaga: Memangnya untuk apa pak kok sampai tidak cukup?

Saya: Untuk main Dota 2. (Padahal sebetulnya komputer itu akan digunakan untuk memproses data yang banyak, big data, dengan Javascript, Node.js, dan lain-lain yang membutuhkan komputasi cukup besar di komputer. Tapi nanti kalau disebutkan alasan sesungguhnya, sang penjaga mungkin gak ngeh.)

Penjaga: Adanya hanya netbook pak

Saya: Memangnya bisa dipake untuk keperluan saya?

Penjaga (ragi-ragu): Bisa pak, tapi harus penuh dengan kesabaran.

Saya: Wah mendingan main tetris saja kali ya? (Ngeloyor pergi.)

Kalau Anda, apakah Anda akan beli juga itu netbook? Cerita ini dapat juga dianalogikan dengan keberadaan partai politik dan calegnya. Mereka masih netbook dengan prosesor Atom.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

17 responses to “Ketika Spek Komputer Tidak Ditemukan

  • Ainin Najib

    ah? kok saya gak paham… hehehe

  • q.thrynx

    karena prosesor Atom jadinya golput ya pak?😀

  • semarismaya

    Atom = mikirnya lebih lemot n malas kl diajak kerja/mikir berat, bahkan bisa jadi not responding😀

  • alikemulyadik

    dahsyat analoginya pak ?? salam kenal pak, saya penikmat tulisan-tulisan pendek bapak hehe….

  • islambagus

    analoginya bagus bgt, top bgt gant

  • Rahmat

    Assalamu alaikum wr wb
    Ada kabar gembira untuk anda para pebisnis online maupun offline, Ust.Yusuf Mansyur seorang ustad & pebisnis ulung membuat sebuah bisnis yang bisa kita jalankan secara online maupun offline.
    Bisnis ini merupakan bagian dari gerakan “BELI KEMBALI INDONESIA” yang lahir dari keprihatinan Ust. Yusuf Mansyur melihat sebagian aset bangsa dijual kepada asing, bahkan termasuk bisnis MLM pun sebagian besar masuk dari luar negri.
    selengkapnya di :
    http://www.vsisyariah.biz/?id=rahmat11

  • mr jahe

    Kurang tepat perumpamaannya.

    Ketika bapak memutuskan untuk tidak membeli notebook, itu tidak ada efeknya ke bapak. Tapi ketika bapak memutuskan untuk golput, efek hasil pilihan orang lain bisa berimbas ke bapak.

    Ketika ada pemilih yang tidak rasional, pemilih yang mau dibayar, apa bapak tidak takut dengan pilihan mereka?

    Mungkin memang banyak caleg yang jelek. Tapi jelek kan ada tingkatannya. Kalau tidak ada caleg impian, pilih caleg yang dikit jeleknya. Apalagi sekarang era internet. Bisa dicari latar belakang mereka.

  • Bang Tenggo

    Golput itu pilihan/hak… tp alangkah baiknya menggunakan hak pilih kita untuk para caleg yg punya potensi. skr banyak kok informasi2 para caleg yg masih bersih dan berintegritas. jangan sampai suara kita yg golput di ambil sm para caleg yg tidak berkompeten… setuju??

  • hashbang

    lebih baik intel atom hemat daya bisa maen tetris, TDP nya rendah (e.g. 6 watt) dibanding pentium 1 dg spek 200 MHz ram 128 MB yg boros daya. hehe

  • Budi Rahardjo

    Kalau spek sudah terlalu rendah, maka merek tidak ngaruh. Mau merek IBM, Lenovo, Toshiba, Asus, Axio, Acer, HP, Samsung, … dst. sama saja. Ya terserahlah. Wong sudah tahu tidak akan perform.

    Demikian pula dengan partai politik, mau partainya apa ya sami mawon. he he he. Siap-siap bersabar saja.

  • rinisyuk24

    Saya tidak mengerti spek komputer. Kalau pemilu, tidak memilih, kalau yang terpilih nanti adalah mereka yang tidak berkualitas dan tidak bisa bekerja, karena yang berkualitas dan bisa bekerja tidak dipilih. Yakin, Masih ada yang baik, diantara banyaknya yang buruk itu. Bisa dilihat, walikota Bandung saat ini.
    Bapak pernah menulis ini https://rahard.wordpress.com/2013/08/28/bandung-creative-city/. Kalau pak Ridwan Kamil ini, sebagus apapun kemampuannya, tidak ada yang milih, ya bandung saat ini sangat mungkin masih sama dengan bandung yang dulu. Tidak ada perbaikan.
    Mau berpartisipasi dalam perbaikan dengan memilih yang kebaikannya paling banyak dan kejelekannya sedikit, atau hanya menjadi komentator saja atas keburukan yang selama ini terjadi. Tidak akan berubah menjadi baik tiba2 kalau yang baik2 ini tidak ada yang dukung.

  • Dyah Sujiati

    Waaa bapak cuma ke satu toko sih?
    Padahal bisa jadi itu ada di toko sebelahnya.
    Kalau misal di sebelah nggak ada, ya cari di sebelahnya lagi. Begitu seterusnya sampai ketemu. Harus sabar pak.
    Dari pada panjenengan musti sabar dengan beralibi main tetris, mending bersabar mencari sampai ketemu yang dimau. Pasti ada di toko lain kalau tadi yang panjenengan datangi nggak ada. Toko is partai n notebook is caleg.
    Do you agree, don’t you?

  • Muhammad Pasca

    Mending pilih yang terbaik dari yang mungkin ga perform itu, pak. Daripada nanti dipilihkan yang paling jelek sama si penjaganya🙂

  • Emanuel Setio Dewo

    Yang pasti gak akan beli. Demikian juga dengan gak akan milih, karena caleg/partai di bawah standard malah berbahaya.

  • benhard

    kontra dengan @Mr Jahe,
    Kalau saya sih lebih pilih gak usah beli.
    Mungkin kalau ada 2-3 orang minta spek yang sama dengan Pak budi, bisa saja akhirnya mereka menyediakan produk sesuai keinginan kita itu.
    Nah baru kita beli. Gimana?

  • Abdurrazaq

    Jawaban penjaganya enak banget : ‘Bisa pak, tapi harus penuh dengan kesabaran’. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: