Tag

,

Saya super sibuk dan banyak orang yang tidak percaya dengan itu. Percayalah. hi hi hi. Yang menjadi masalah bagi saya adalah memilih kegiatan / aktifitas mana yang harus saya kerjakan. Sebagai contoh, dalam satu hari ada beberapa kegiatan yang saling berebut; mengajar (kuliah) di ITB, bimbingan mahasiswa, permintaan presentasi di Jakarta, permintaan presentasi oleh mahasiswa oleh sebuah kampus di Jawa Timur, shooting video untuk kelas online, latihan band, dan pertemuan dengan calon klien perusahaan. Dalam seminggu, mungkin ada tiga hari seperti itu. hi hi hi.

Algoritma saya adalah membuat prioritas, tetapi inipun masih belum ada rumus bakunya. Yang pertama saya lakukan adalah menghapus yang tidak kritis dan tidak penting amat. Misalnya kalau ada permintaan muncul di TV, maka itu yang saya coret dulu. hi hi hi. Kemudian kalau ada yang dapat ditunda ke hari lain, minggu lain, bulan depan, maka itu diturunkan prioritasnya. Misalnya untuk sekedar diskusi dengan klien dapat saya tunda. Baru kemudian yang harus dilakukan pada saat itu juga ditambah prioritasnya. Misalnya kelas (yang sudah beberapa kali ditinggalkan) harus diadakan karena sulit bagi mahasiswa untuk sering-sering membuat skedul. Ini yang seringkali membuat prioritas mengajar menjadi paling atas. Kelas pun kadang (tidak sering) saya tunda karena ada seminar yang memang harus dilaksanakannya hari itu juga atau sidang mahasiswa yang memang harinya sudah tidak dapat diganti lagi.

Begitulah … p u y e n g