Mengamati Pengaruh Jejaring Sosial

Banyak orang yang merasa bahwa jejaring sosial / media sosial (seperti facebook dan twitter) itu demikian hebatnya. Wow banget. Padahal sesungguhnya kita belum tahu seberapa besar dampaknya. Mari kita amati beberapa hal.

Beberapa kali diskusi dengan pakar jejaring sosial membuat saya lebih memahami bahwa media konvensional – seperti televisi, surat kabar, majalah – sesungguhnya masih yang paling mempengaruhi masyarakat. Orang-orang yang menggeluti bidang teknologi informasi (ICT) merasa bahwa jejaring sosial sudah sedemikian hebatnya sehingga mempengaruhi orang banyak. Ternyata belum terbukti. Kita masih membutuhkan data dan penelitian yang lebih lanjut untuk menyatakan hal ini.

Citizen journalism yang dianggap akan memiliki peran dan dampak yang mendalam belum terbukti. Topik-topik yang dibahas dalam media sosial (facebook, twitter) sesungguhnya masih dimotivasi (driven) dari topik yang diangkat oleh media konvensional. Masih mainstream juga. (Itulah sebabnya blog ini mengambil topik-topik yang tidak mainstream. Berbeda dengan yang ada di media konvensional.) Blog ini belum punya pengaruh yang signifikan. hi hi hi.

Jadi jangan dulu percaya bahwa jejaring sosial itu sangat berpengaruh dalam branding (untuk bisnis dan politik). Kemungkinan besar memang ada pengaruhnya, tetapi tidak sehebat yang diperkirakan oleh orang IT. Jangan terlalu percaya bahwa kalau sesuatu itu heboh di jejaring sosial berarti dia heboh di dunia sesungguhnya. Masih terlalu dini untuk mempercayai itu. Jadi biarlah ada tim sukses ini dan itu di dunia politik cyber. Mereka belum tentu punya pengaruh 🙂

Iklan

19 pemikiran pada “Mengamati Pengaruh Jejaring Sosial

  1. Media sosial bisa membuat orang menjadi memmpunyai 2 pribadi yang berbeda, bisa menjadikan dirinya seolah-olah baik, dan banyak yg “tertipu” jika langsung mempercai apa yang dilihat/dibaca di media sosial.
    merubah gaya hidup sesorang, mungkin untuk anak-anak ABG saat ini waktunya lebih banyak di habiskan di media sosial dari pada media Konvensional.
    tentu saja ini hanya sebagian efek negatif dari media sosial tanpa melupakan/mepungkiri efek positif dari Media sosial.

  2. apa berarti pasukan nasi bungkus dan atau jasmev tidak terlalu berdampak thd pilihan seseorang. kalau iya kenapa ada yg ketakutan dan antipati ya?

  3. Lalu mengapa pemerintah Mesir sempat memban Facebook. Dan baru saja pemerintah Turki memban Twitter. Apa yang ditakuti oleh suatu pemerintahan suatu negara terhadap media sosial ketika politiknya sedang bergejolak .
    Selain itu SBY dan Obama mengapa memanfaatkan media sosial sbg saluran komunikasi, apakah karena berpengaruh?

  4. Menurut saya, sosial media sama berpengaruhnya seperti media konvensional, yang membedakan adalah pasar dan juga targetnya. Sosial media sebagian besar targetnya adalah remaja, anak muda, dan dewasa. Sedangkan media konvensional seperti tv dan surat kabar targetnya lebih ke orang dewasa. Itu kalo pendapat saya sih. Maaf kalo sotoy. Hehe.

  5. Contoh yang nyata itu antara lain di dunia saiber ini gak banyak yang membicarakan Golkar / PKB / … toh ternyata perolehan suara mereka di pileg kemarin tinggi. Padahal kalau di saiber yang banyak kan tentang PDI-P, PKS, … Artinya saiber masih belum relevan benar.

  6. setuju pak, memang pengaruhnya belum signifikan sekali,… apalagi makin ke sini kebanyakan malah Branding diri sendiri, bukan branding untuk mewakili produknya 🙂 padahal diri sendiri seberapa sih hitungannya dibanding partai atau produknya? 🙂 ya tambah makin ngga signifikan hasilnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s