Tag

, , , ,

Setelah saya pikir-pikir dan amati, nampaknya tipe pemimpin pilihan orang Indonesia itu bukan tipe yang dapat menginspirasi kita tetapi yang dapat memecahkan masalah dalam jangka pendek. Fix short term problems.

Yang bisa menyelesaikan masalah kita tanpa kita ikut campur. Sebagai contoh, kita punya masalah dengan sampah, banjir, kemacetan, dan seterusnya. Kita mau cari pemimpin yang dapat memecahkan masalah itu tanpa kita peduli. Kita tidak perlu peduli dengan bagaimana kita membuang sampah. Kita lempar saja itu bekas botol aqua ke jalan. Atau, kalau di rumah, kita sapu itu sampah ke selokan. Itu bukan masalah kita lagi. Itu sudah masalah pemerintah. Demikian pula dalam bekendaraan kita tidak peduli dengan aturan lalu lintas; serobot saja, halangi jalan orang, tidak mau berbagi. Macet? Itu bukan salah kita. Itu salah pemerintah. Kita tidak mau memikirkan tentang resapan air. Semua tanah yang kita miliki, kita bangun gedung. Banjir? Bukan salah saya.

Kalaupun ada yang mau ikut berpartisipasi memecahkan masalah, yang dicari adalah pemimpin yang memberi instruksi (detail) bagaimana memecahkan masalah itu. Kita tidak mau memikirkan bagaimana memecahkan masalah itu. Kita minta diberitahu. Disuruh. Baru kita lakukan. Kita cari pemimpin yang penuh dengan instruksi-instruksi. Tanpa itu, kita tidak bergerak. Salah pemimpin tidak memberitahu kami.

Ya kalau tingkat pemikiran bangsa kita masih baru sampai segini, mosok kita perlu memilih pemimpin yang penuh dengan inspirasi, memiliki visi yang ke depan. Tidak perlulah. Bukankah begitu?

[sarcasm mode=off]