Amalan Khusus?

Suatu saat, saya ditanya oleh seseorang: “Pak Budi, apakah bapak menerapkan amalan-amalan khusus?”. Dalam hati saya berkata, lagi? (Saya sudah pernah cerita tentang ini. deja vu)  Saya berpikir. Apa ya? Rasanya tidak ada sesuatu yang saya lakukan secara khusus. Setelah lama berpikir, akhirnya jawaban saya kali ini adalah:

Saya selalu berusaha untuk menghargai (respect) orang lain. Be good to others.

[jawaban ini masih sama dengan jawaban yang waktu dulu … hi hi hi. jadi saya ulangi lagi saja.]

Banyak orang yang tidak dapat melakukan hal yang sederhana ini. Saya dapat melihat bagaimana cara mereka berbicara atau bertingkah laku terhadap pelayan di restoran / warung, tukang sapu,  pesuruh, pemulung, dan seterusnya; tidak menghargai. Tidak santun. Terlihat  ada semacam hambatan (barrier).

Di jaman sekarang, bukan saja tidak menghargai, orang-orang banyak yang menghardik, memaki, mengumpat, mencela, memfitnah, dan seterusnya. Keberadaan internet yang seharusnya menjadi hal yang baik malah memperburuk. Orang menjadi lebih mudah menihilkan orang lain.

Suatu ketika saya pernah melihat seorang tua yang bukan orang sekolahan, tapi cara dia bersikap dengan orang lain – respect other people –  menunjukkan bahwa dia seorang yang berpendidikan (educated). Ini adalah sebuah pelajaran berharga bagi saya. Untuk bacaan, silahkan baca buku ini: Ken Kragen, Life is a contact sport.

About Budi Rahardjo

Teknologi informasi, security, musik, buku Lihat semua pos milik Budi Rahardjo

8 responses to “Amalan Khusus?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: